Kamis, 22 Maret 2012

Kiprah AFKN Mengangkat Harkat dan Martabat Muslim Papua


Maket Pesantren Nuu Waar yang akan segera dibangun di Bekasi.
Rencananya pesantren ini akan menjadi pusat pembinaan anak-anak
Papua yang sekolah di pulau Jawa dan sekitarnya.
 

Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) merupakan lembaga sosial kemasyarakatan yang fokus bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pengembangan sumber daya manusia. Yayasan ini pada tahun 1980 di Desa Patipi Pulau Kecamatan Kokas Kabupaten Fakfak, diprakarsai Machmud bin Abu Bakar ibnu Husein ibnu Puar bin Suar Garamatan.

Bila melihat fakta dan bukti sejarah memang tak mengherankan bila AFKN lahir dan berdiri di kecamatan Kokas kabupaten Fak Fak. Kawasan yang memang begitu kental dengan sejarah, tradisi dan budaya Islam sejak masa kejayaan kesultanan Ternate & Tidore di Kepulauan Maluku. Di Kokas sendiri hingga kini masih berdiri Masjid Tua Patimburak yang merupakan masjid tertua di Fak Fak dan boleh jadi merupakan masjid tertua di tanah Papua / Nuu War.

Masjid Patimburak di Kokas, masjid tertua di Fak Fak
bahkan bisa jadi masjid tertua di Papua
AFKN didirikan sebagai tindakan nyata dari warga muslim asli Papua diilhami oleh ayat Al-Qur’an bahwa “…Sesunggunya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada dapat yang menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (Ar-Ra’ad [13]:11).

Dan dilatarbelakangi kondisi masyarakat Papua yang tak kunjung terangkat harkat dan martabatnya sebagai akibat dari tindakan “pembodohan” terhadap masyarakat setempat. Padahal Kepulauan Papua atau Irian atau oleh penduduk aslinya biasa disebut Nuu War. Merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang bila dibandingkan daerah lainnya, memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa.

Rendahnya sumber daya manusia akibat pembodohan yang melahirkan kemiskinan dan keterbelakangan. Diperparah lagi, merujuk kepada ketua yayasan AFKN yang pernah terpilih sebagai Tokoh Perubahan Republika tahun 2010 lalu, Ustadz M Zaaf Fadhlan Rabbani AlGaramatan pembodohan itu ternyata sengaja dipelihara oleh misionaris salah satu agama. Dengan alasan mempertaruhkan budaya, mereka ajarkan masyarakat Nuu War yang ada di pedalaman agar tetap menggunakan koteka dan mandi dengan lemak babi. Tak cuma itu, realitasnya, dimanapun budaya Nuu War diperkenalkan, baik dalam atau luar negeri, budaya telanjangan dan koteka selalu ditampilkan.

Ustadz M Zaaf Fadhlan Rabbani
 AlGaramatan
 

Secara pribadi, ustadzh asli Fak Fak – Papua ini mengatakan bahwa pembodohan ini harus dihentikan. Generasi Papua / Nuu War harus bangkit dari ketertinggalan. Sebagaimana Islam mengajarkan, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.” Generasi Muslim Nuu War harus menjari generasi yang cerdas, beriman, dan bertakwa. Dan perubahan itu harus dimulai dari sekarang. Hijrah adalah sebuah permulaan. Tak ada kata terlambat dalam berdakwah, karena hidup ini adalah proses untuk menjadi yang terbaik.

Lembaga ini fokus sebagai lembaga sosial, dakwah, dan pengembangan masyarkat Nuu War. Berikutnya coba memperkenalkan Islam kepada masyarakat Nuu War, sekaligus membina, mengembangkan potensi, dan sumber daya manusia Nuu War. Potensi dan SDM akan meningkat, jika kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi anak-anak Nuu War bisa terbuka luas.

Status Hukum Yayasan AFKN

Pada tanggal 9 bulan 9 tahun 99 jam 9 pagi, AFKN mendaftarkan diri ke notaris Arry Supratno, SH untuk dibuatkan akta Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara dengan Nomor 248 tanggal 12 November 2001 dan disahkan pada hari Jumat tanggal 8 Maret 2002 dengan nomor 45/Y/2002. Pada tahun yang sama, AFKN mendapatkan rekomendasi dari MUI dengan nomor :132/MUI/III/2002 tanggal 12 Maret 2002. Berikutnya, Departemen Agama RI pun mengeluarkan rekomendasi kepada AFKN untuk mengepakkan sayapnya dakwahnya di nusantara ini, dengan nomor: Dt.II.IV/o.T,01.1/1/2002 tanggal 7 Maret 2003.

AFKN telah memiliki perwakilan hampir diseluruh Indonesia seperti di Aceh, Sabang, Banjarmasin, Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Makassar, Tidore, Yogyakarta, dan di seluruh daerah Nuu War. Di luar negeri, perwakilan AFKN ada di Malaysia dan Jepang. Saat ini, sedang menjajaki di beberapa negara benua Eropa dan Afrika.


Program Kerja AFKN

Program Dakwah
  • Melaksanakan dakwah bil lisan dan dakwah bil hal
  • Ikut terlibat aktif menyelenggarakan pengajian, tabligh akbar, maupun dzikir. Baik sebagai peserta aktif maupun pengisi acara.
  • Membekali 469 tenaga dai AFKN dengan keterampilan
  • Menyelenggarakan secara mandiri pelatihan bagi para dai AFKN, minimal 6 bulan sekali
  • Mengikutsertakan tenaga dai AFKN dalam berbagai pelatihan dan seminar dakwah
  • Menyediakan fasilitas sarana transportasi bagi para dai untuk memudahkan aktivitas dakwah di pedalaman.
  • Memfasilitasi para dai untuk mengelola pembedayaan ekonomi masyarakat yang berbasis masjid sebagai sumber penghasilan bagi para dai.
  • Membangun perkampungan Muslim yang menjadikan syariat Islam tegak di dalamnya. Rencana pembangunan di Kaimana, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama. Di perkampungan itu akan tersedia rumah yang layak, jembatan, masjid, listrik, air bersih, WC, pelayanan kesehatan gratis, dan sarana pemberdayaan ekonomi.
  • Menggunakan dana umat Islam untuk membangun masjid di pedalaman Nuu Waar. Sampai saat ini sudah dibangun lebih dari 300 masjid yang dananya berasal dari umat Islam melalui AFKN.
anak anak santri TPA di Fak Fak
Program Pendidikan dan Pengembangan SDM
  • Menyekolah anak-anak dhuafa, fakir, miskin, dan muallaf ke lembaga pendidikan di luar pulau Nuu Waar. Tujuannya adalah agar kebiasaan lama di daerahnya dicuci bersih.
  • Memberikan pembinaan secara rutin kepada anak-anak yang disekolahkan oleh AFKN yang kini jumlahnya mencapai 2200 orang, dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
  • Memberikan beasiswa kepada anak dari dana sumbangan umat Islam yang mengamanahkan kepada AFKN.
  • Menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang bisa memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak Muslim Irian. Saat ini yang perhatian memberikan beasiswa, YBM BRI dan Universitas Indonusa Esa Unggul.
  • Menindaklanjuti kerja sama dengan Universitas Indonesia yang akan memberikan beasiswa pendidikan bagi anak-anak Muslim Nuu Waar yang berprestasi.
  • Menindaklanjuti kerjasama dengan walikota Banjar, Jawa Barat yang akan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak Muslim Nuu Waar dari tingkat tsanawiyah hingga perguruan tinggi di Banjar.
  • Terus membuka peluang studi di luar negeri, seperti Timur Tengah dan Asia. Saat ini baru ada 24 orang anak Nuu Waar yang sekolah di Makkah dan Madinah.
  • Memberikan beasiswa pendidikan pada anak-anak Nuu Waar yang masih bersekolah di daerah asal, seperti yang dilakukan di Kaimana.
  • Mendirikan Islamic Center di Teluk Patipi sebagai basis pembentukan SDM generasi Muslim Nuu Waar yang berkualitas.

program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dipelopori oleh AFKN
Program Pemberdayaan Ekonomi
  • Menerapkan konsep pemberdayaan ekonomi yang berbasis masjid dan asas ekonomi kerakyatan. Fokus atau sasaran yang menjadi perhatian AFKN adalah masyarakat Nuu Waar yang hidup di daerah-daerah peradalaman atau pedesaan.
  • Membina 115 sentra pemberdayaan ekonomi masyarakat di beberapa daerah binaan AFKN. Saat ini pemberdayaan ekonomi yang dilakukan berupa: Manisan Pala, Sirop Pala, Kerupuk, Abon Ikan, Ikan Asin, Selai Pala, Terasi Udang, Kerupuk Urat Sagu, Sagu, Buah Merah, dan Sarang Semut.
  • Menjajaki usaha rumput laut dan abon rusa.
  • Menyediakan fasilitas kerja bagi kelompok pemberdayaan ekonomi, berupa modal dan mesin. yang tanpa pengawet. Yang sedang dijajaki rumput laut. Abon rusa. Peternakan Kambing.
  • Membuka pasar-pasar potensial di luar Nuu Waar untuk penjualan hasil pemberdayaan ekonomi masyarakat Muslim Nuu Waar. Saat ini telah ada 316 outlet yang menjual hasil pemberdayaan ekonomi.
  • Menggali potensi-potensi daerah untuk kemajuan ekonomi masyarakat Muslim Nuu Waar, seperti potensi ikan, tanaman, dsb.
  • Membina ke-Islam-an kelompok-kelompok pemberdayaan, agar hasil yang diperoleh bisa menjadi berkah dengan membiasakan berinfaq.
pembagian pakaian layak pakai gratis kepada muslim di pedalaman papua

Program Sosial Kemasyarakatan
  •  Melakukan pengiriman setiap 3 bulan sekali, berupa: baju layak pakai, al-Qur’an, buku Iqra, buku-buku agama Islam, buletin, sabun mandi, odol, sikap gigi, shampo, mesin jahit, kubah masjid, mesir air, pipa, dan lain-lain. Barang-barang ini selanjutnya akan diserahkan kepada masyarakat Muslim Nuu Waar yang ada di perkampungan-perkampungan melalui perwakilan AFKN yang ada di daerah tersebut.
  • Memfasilitasi pembangunan rumah, air bersih, dan listrik bagi perkampungan-perkampungan Muslim yang masih tertinggal.
  • Bekerjasama dengan Badan Wakaf Al-Qur’an untuk membangun pembangkit listrik tenaga air sungai (mikrohidro) di perkampungan yang belum masuk aliran listrik.

Visi Misi AFKN

Visi AFKN
  • Mencerdaskan, memberdayakan, mengkaryakan, membangun, dan peduli umat sebagai wujud khalifatul fil ’ardh. Dengan memberikan informasi tentang Islam dan aturannya secara kaaffah kepada umat Islam dan bukan Islam, sehingga tercipta suasana hidayah dalam dakwah.
  • Memerangi kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan pada umat Islam di Nuu War. Dengan membangun jaringan dakwah dan ukhuwah Islamiyah antar elemen dakwah di seluruh wilayah Indonesia untuk perjuangan syiar Islam bagi umat manusia dan keutuhan NKRI.
  • Menghimpun, membina pelajar, mahasiswa, umat Islam di Nuu War agar terbentuk sumber daya manusia yang menguasai teknologi, ekonomi, politik, dan agama. Juga meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT para kader-kader Muslim Nuu War dalam berdakwah, baik perbuatan maupun lisan.
  • Mempersiapkan kader cendekiawan Muslim yang berperan aktif dalam berbagai sektor pembangunan dari kota sampai ke desa-desa secara berkelanjutan.
  • Membangun dan memperkokoh tatanan akidah dan tauhid, serta ekonomi umat sebagaai instrumen untuk memperbaiki Nawaitu beribadah kepada Allah SWT.
  • Terus memperkenalkan Islam di seluruh jazirah Nuu War dan meyakinkan kepada seluruh bangsa bahwa Islam adalah agama tertua di pulau paling Timur Indonesia (Nuu War).
Pengajian Al-Qur'an anak anak muda Papua

Misi AFKN

  • Menghasilkan generasi Islam Nuu War yang memiliki integritas dan jati diri sebagai hamba Allah SWT dan umat Muhammad SAW, yang siap tampil berdakwah menjelaskan kebenaran yang bersumber pada Al Qur’an dan Hadist dan membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, keterbelakangan, dan kejahilan.
  • Menghasilkan kekuatan ekonomi secara syar’i yang berbasis masjid
  • Menghasilkan iklim saling bersaudara sesama hamba Allah SWT yang berorientasi kepada dakwah visi dan misi Rasulullah SAW untuk menjadikan Jazirah An Nuu Waar sebagai Serambih Madinah Indonesia.
  • Mendermabhaktikan diri kepada Allah SWT dan Muhammad SAW, untuk membela agama umat bangsa dan negara dan terus berjuang mencerdaskan, memberdayakan, mengkaryakan, membangun, dan peduli umat Islam di Nuu War.
  • Meningkatkan kualitas belajar, bekerja, berkarya, berfikir, berzikir, serta terus berjuang hingga tercapainya umat, bangsa, dan negara yang Thoyyibatun wa Rabbun Ghafur.

Posko AFKN di Bekasi – Jawa Barat

Jl. Anyelir Barat I Blok J4 No. 10 Pondok Hijau Permai
Bekasi – Jawa Barat

Contact Person: Ahmad Damanik, Humas AFKN (081385555314)

Rekening Donasi AFKN

Bank Rakyat Indonesia (BRI) KC Pusat – No Rek: 020601016785505
Bank Mandiri Cab Fakfak – No Rek: 1540098085941
BCA – No Rek: 0911318031
an. MZ Fadzlan Garamatan
Atau bisa juga diantar langsung ke Posko AFKN di Bekasi:
Jl. Anyelir Barat I Blok J4 No. 10 Pondok Hijau Permai, Bekasi

Referensi

blog afkn - http://dakwahafkn.wordpress.com


-------------------------------ooOOOoo-------------------------------


Baca juga : Masjid Patimburak, Masjid Tua Kota Kokas

Kamis, 08 Maret 2012

Singgah ke Masjid Besar di Setu

Masjid Besar di Setu, Kabupaten Bekasi - Jawa Barat
Singgah ke masjid ini di hari sabtu 3 Maret 2012 yang lalu untuk sholat Asyar, aku tak menemukan papan nama sebagai petunjuk nama masjid ini, itu sebabnya judul tulisan ini kuberi judul "masjid Besar" Setu, maksudnya adalah masjid besar yang ada di Setu.

Lokasi Masjid Besar Setu

Masjid ini berada diruas jalan raya setu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat, Indonesia. Lokasinya tepat di pertigaan jalan raya setu dengan jalan penghubung Setu - Cibarusah. Letaknya juga hanya beberapa meter dari Pasar Setu. Bangunan pasar Setu sendiri terlihat dengan jelas dari lantai dua masjid ini.


Lihat Masjid Besar Setu di peta yang lebih besar

Sejarah Masjid besar Setu

Saya belum memiliki data apapun terkait sejarah masjid ini. Jangankan sejarahnya, bahkan namanyapun saya belum tahu ::: punten ah:::

Namun jika dilihat dari bangunannya, sangat terlihat bahwa bangunan masjid yang kini berdiri merupakan perluasan dari bangunan masjid yang sebelumnya sudah ada disana.

Sisa sisa pilar bangunan lama masih berdiri meski terbengkalai di dekat menara masjid. Di lokasi ini tadinya sepertinya juga pernah diramaikan oleh anak anak sekolah yang belajar di sebuah gedung sekolah yang kini juga terbengkalai di dekat bangunan menara disisi utara halaman samping masjid.

Masjid besar di Setu ini posisinya sejajar dengan jalan raya Setu yang membentang di depannya. Artinya halaman depan masjid ini yang menghadap ke jalan raya berada disisi selatan masjid. Pintu utama dan halaman sampingnya berada di sebelah timur.

Di belakang bangunan masjid ini (disisi utara) terdapat pemakaman muslim. Jalan akses menuju pemakaman ini melalui gang disamping bekas bangunan sekolah di dekat menara.

:::: Jalan akses kesana yang berupa tembok bata yang dijebol memberikan suasana seakan akan tempat itu seperti sebuah lokasi shooting sinetron film misteri:::

Sedang dibangun

Sesungguhnya masjid besar ini masih dalam proses penyelesaian. Beberapa pekerja sedang sibuk memasang kusen dan jendela alumunium di lantai dua. Sedangkan bingkai bingkai jendela alumunium masih menumpuk menunggu untuk dipasang.

Dua jendela akses ke lantai dua yang diletakkan di sisi kiri dan kanan pintu utama (di sisi timur) bahkan belum dipasang railing (pegangan untuk pengguna tangga). Area lantai atas tempat tangga ini berada juga belum dilengkapi dengan pagar pengaman.

Menara yang serupa

Bagian dari Bangunan awal masjid ini yang masih utuh, hanya bangunan menaranya :::itupun sudah rusak dibagian puncaknya::: Memperhatikan menara masjid ini membuatku tertingat kepada beberapa masjid yang pernah kusinggahi sebelumnya.

Menara beton berdenah persegi enam dengan kubah batu di ujungnya, lalu keseluruhan sisi luarnya dihias dengan keramik bewarna merah.

Bentuk menara yang mirip dengan menara masjid jami Nurul Huda di Kaum Utara - Cikarang Utara, masjid di Rengas Bandung - Kedung Waringin, hingga menara Masjid Al-Jihad di depan Stasiun Kereta Api Tanjung Karang - Kota Bandar Lampung di propinsi Lampung. Boleh jadi masjid masjid itu dibangun di masa yang berdekatan dengan bentuk menara yang sedang trend kala itu.

Arsitektural Masjid Besar Setu

Masjid besar Setu berdenah segi empat. Bangunannya sendiri merupakan sebuah kubue berukuran besar, dinding tembok masif. Dua pintu utama masing masing di sisi selatan (sisi jalan raya) dan sisi timur serta beberapa pintu disisi utara yang menghubungkannya dengan teras yang cukup luas.

Memiliki dua lantai, dengan 12 tiang segi empat berukuran besar menopang lantai dua dan struktur atap berjejer di dalam masjid. Lantai dua sisi. Mihrab di buat terbuka untuk memungkinkan jemaah dilantai dua tetap dapat melihat aktivitas di lantai satu.

Sesuai dengan ukuran masjidnya, ruang mihrab masjid inipun dibangun cukup besar dalam bentuk lengkungan ganda. Mimbar kayu berukir diletakkan di dalam mihrab ini.

Kubah besar di bagian tengah atap beton masjid ini dilengkapi dengan jendela jendela kaca berukuran kecil untuk memberikan penerangan alami ke dalam masjid di siang harI.

Secara keseluruhan, masjid ini dirancang dalam bentuk sebuah masjid universal yang biasa disimbolkan dengan kubah besar dan bangunan menara. Saya juga belum tahu apakah masjid ini akan membangun menara baru atau akan tetap mempertahankan menara lamanya.

Layaknya sebuah masjid yang berada di sisi jalan raya yang cukup sibuk, kebisingan jalan raya tak mampu diredam seluruhnya dengan baik oleh tembok beton masjid ini. Tak urung kebisingan itu merambat ke dalam masjid.

So. seperti biasa, bila diantara anda ada yang memiliki informasi lebih atau ada koreksi dari apa yang sudah saya tuliskan di atas, jangan sungkan menuliskannya di kolom komentar ya.

Dan tentu saja No SARA:: NO Rasis :::

Minggu, 04 Maret 2012

Masjid Kampung Bedeng, Medal Krisna - Bojongmangu


Masjid mungil berarsitektur asli Indonesia ini berada di kampung Bedeng, Desa Medal Krisna, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, propinsi Jawa Barat, Indonesia.

Bojongmangu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bekasi yang letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Karawang. Meski letaknya cukup jauh dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi di Sukamahi – Cikarang Pusat, namun jalan akses menuju kesana cukup baik.
Belum ada papan nama yang dipasang di masjid ini. ::: Saya lupa nama masjid ini meski sempat diberitahu warga yang yang tinggal tepat berseberangan dengan masjid ini ketika singgah sebentar kesana beberapa waktu lalu.

Ada sekeping plakat pembangunan masjid yang dipasang didinding luar sisi jalan raya. Plakat yang menjelaskan bahwa pembangunan masjid ini dilaksanakan tahun 2011 yang lalu ::: masih terbilang baru::: dilihat dari dua gambar bendera yang tertera di plakat tersebut sepertinya pembangunan masjid ini didanai oleh sebuah lembaga amal dari Negara di Timur Tengah ::: (Negara Qatar Sepertinya):::

Masjid Kampung Bedeng::: perhatikan sisi belakang masjid ini
terlihat bahwa sebagian besar lantai masjid ini dibangun dengan metoda
floating floor untuk menyisiasati kontur tanah disana yang tidak rata.
Sama halnya dengan masjid masjid lain yang pembangunannya di danai oleh lembaga lembaga donor, masjid ini juga sebenarnya “diminta untuk” diberi nama dengan nama pendonornya. Nama yang tertulis jelas dalam aksara Arab di Plakat tersebut.

Lokasinya yang berada persis di sisi jalan cukup memudahkan untuk menemukan lokasi masjid ini, namun karena struktur tanah disana yang tidak rata ::: sedikit berbukit bukit::: membuat lantai masjid ini sisi belakang dibuat menggantung di topang beberapa tiang beton untuk membuatnya rata dengan sisi depan.

plakat pembangunan masjid kampung Bedeng.
Permukaan tanah di sisi belakang bangunan masjid ini memang cukup terjal menurun. Bahkan permukaan lantai masjid ini sendiri memang lebih rendah dari permukaan jalan yang melintas di depannya.

Saya agak kesulitan menemukan lokasi pasti masjid ini di google map :::harap maklum ::: karena saya juga belum familiar dengan daerah ini. singgah kesana beberapa waktu lalu itu adalah kali pertama saya melintas di daerah ini.

Masjid Kampung Bedeng dari arah berlamawan
Jika pembaca memiliki informasi lebih dari yang telah saya tuliskan di atas, jangan sungkan untuk memberi masukan terkait masjid ini dengan menuliskannya di kolom komentar ya :::

Teririring ucapan terima kasih untuk para pendonor yang telah meridhokan sebagian hartanya untuk membangun masjid di kabupaten Bekasi tempat kami tinggal saat ini. semoga Alloh meridhoi dan senantiasa melimpahkan rahmat dan cintanya untuk kita semua.

Amin Ya Robbal Alamin