Rabu, 31 Agustus 2011

Masjid Ummar Bin Khattab, Jonggol. Kabupaten Bogor


Sisi Utara Masjid Umar Bin Khattab
Kami singgah ke masjid ini dalam perjalanan pulang dari Cigentis – Karawang, dan sengaja menempuh perjalanan pulang ke rumah tidak melewati jalur waktu kami berangkat ke sana, tapi memutar lewat Cariu sekalian menikmati pemandangan sore kawasan Cariu. Pas menjelang magrib tiba di masjid ini, istirahat disana sekalian sholat magrib sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Cikarang lewat Cibarusah.

Lokasi Masjid Umar Bin Khattab

Masjid Umar Bin Khattab ini berada di segitiga emas Jonggol. Di lokasi yang sama sudah berdiri SPBU Pertamina dan beberapa mini market. Tempat ini memang cukup strategis berada di lokasi pertigaan jonggol dari Cibarusah – Jonggol dan Cibarusah – Cariu.




Sejarah pendirian Masjid Umar Bin Khattab

Berdasarkan prasasti pembangunan masjid yang di pasang di tembok dekat pintu masuk sisi utara masjid, Masjid Umar Bin Khattab dibangun dengan dana bantuan dari Salim Oneid Al Zahmi, seorang muslim dari Fujairah, Uni Emirat Arab, dengan wali amanat Moddy Komaruddin dan Ir. Malik Muuhammad Basyarahil. Selesai dibangun pada tanggal 7 Jumadil Tsani 1431H bertepatan dengan tanggal 21 Mei 2010M yang lalu. Atau baru genap berusia setahun pada saat kami singgah ke masjid ini.

Arsitektural Masjid Umar Bin Khattab

Meski dibangun dengan dana bantuan dari Arab, namun arsitektural masjid ini sama sekali tidak mencerminkan arsitektural arab selain menara segi empat yang menjulang melengkapi bangunan masjid ini. Di atas menara masjid inilah diletakkan pengeras suara di empat sisi nya.

Menara masjid ini dibangun menempel dengan bangunan utama masjid, di sudut barat laut. Warna abu abu mendominasi menara masjid ini. bagian atas menara masjid ini  di hias dengan kepingan keramik warna gelap. Sementara di bagian puncak menara dipasang ornamen berbentuk bulatan berjumlah  tiga buah melambangkan Iman, Islam, Ikhsan. Di puncak menara dipasang lafaz Allah Tuhan semesta alam. Ornamen yang sama juga dipasang di puncak atap bangunan utama masjid.

Menara Segi empat
Bangunan utama masjid ini justru menggunakan atap joglo atau atau limas bersusun yang merupakan ciri khas masjid masjid tradisional Indonesia, meski dibangun dengan dana dari timur tengah. Dua pintu utama masjid di sisi utara dan selatan dilengkapi dengan teras kecil, dengan bukaan berlengkung. Secara keseluruhan bila tak melihat bangunan menara dan lafaz Allah yang diletakkan di puncak menara dan puncak atap masjid, mungkin agak sulit mengenali bahwa bangunan ini adalah bangunan masjid.

Ruang Sholat khusus jemaah wanita

Jemaah pria dan wanita di pisahkan dalam ruang yang berbeda, ruang khusus jemaah wanita berada di sisi timur masjid berdekatan dengan tempat berwudhlu. Dinding masjid ini secar keseluruhan dibangun massif tanpa ornament. Jendela jendela di sisi utara dan selatan menggunakan kaca berwarna gelap. Jendela yang juga tanpa ornamen apapun. Jendela berbentuk persegi sederhana tanpa lengkungan seperti yang biasa kita temukan di masjid masjid pada umumnya.

Sisi Utara
Meski menggunakan atap limas masjid ini tidak menggunakan 4 sokoguru dibagian tengah masjid sebagai penyanggah struktur atap. Keseluruhan beban atap ditumpukan kepada tiang keliling dan dinding bangunan.Teknologi material bangunan masa kini yang sudah menggunakan struktur atap baja ringan namun kuat dan kokoh memang memungkinkan untuk meniadakan tiang 4 sokoguru di tengah ruang masjid untuk memberikan kesan lega di dalam masjid.

Langit langit ruang sholat utama di hias dengan gipsum berornamen sederhana. System pencahayaan dan tata suara di dalam masjid yang masih baru ini terbilang baik. Pencahayaan nya tidak terlalu redup dan tidak menyilaukan.  Begitu juga dengan tata suara nya tidak terlalu keras namun cukup jelas terdengar. Urusan tata suara masjid memang kadang kadang luput dari perhatian pengurus masjid.

sisi timur masjid dari arah mini market
Sekedar catatan, terkait dengan tata suara bangunan masjid, beberapa pengurus masjid kadangkala hanya berpikir untuk menghasilkan suara yang lantang tanpa mempertimbangkan kenyamaan pendengarnya. Pengeras suara yang terlalu keras menghasilkan suara khutbah jum’at layaknya sebuah takbligh akbar di dalam ruang masjid, alih alih memberikan ke khusu’an tapi malah membuat tidak nyaman telinga jemaah. Sebaliknya suara yang terlalu kecil lebih merepotkan lagi bagi jemaah yang lokasinya jauh dari pengeras suara.

Ketika kami singgah ke masjid ini untuk sholat Magrib, Alhamdulillah masjid ini cukup ramai jemaahnya. Jadi,  bagi anda yang sedang melintas di jalur tersebut, masjid ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk disinggahi untuk menunaikan ibadah sholat.

Interior Masjid
Sisi Selatan Masjid Umar Bin Khattab
Pintu Selatan Masjid Umar Bin Khattab

Senin, 29 Agustus 2011

Masjid Jami' Nurul Islam – Pilar, Cikarang Utara

Masjid Nurul Islam dipandang dari arah selatan (pertigaan jalur pantura -
ruas Cikarang - Karawang)

Jalan Ki Hajar Dewantara di kawasan Pilar, CIkarang Utara merupakan kawasan pendidikan di kawasan Cikarang Utara. Di kawasan ini bertebaran institusi pendidikan negeri dan swasta dari tingkatan Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, SMP, Madrasah Aliyah dan SMA. Tak mengherankan bila pada jam jam masuk dan bubaran sekolah ruas jalan ini padat merayap bahkan kadang kala macet total. Ruas jalan yang sempit, dua arah dengan beban pengguna jalan yang melonjak sepanjang waktu, beberapa komplek perumahan pun mulai tumbuh dan berkembang beberapa tahun belakangan ini menjadikan ruas jalan ini menjadi salah satu titik kemacetan lalu lintas pada jam jam sibuk.

Lokasi Masjid Nurul Islam 

Tak jauh dari pertigaan jalan pilar,  hanya beberapa meter dari ruas jalan raya Jalur Utara Jawa yang menghubungkan ruas Cikarang – Karawang berdiri Masjid Nurul Islam disi kiri jalan menuju arah Sukatani.  Masjid ini nyaris tak punya pekarangan. Hanya tersisa lahan kurang dari dua meter di depan masjid.  Pengemudi angkutan umum yang tidak disiplin seringkali mangkal di depan masjid ini menunggu penumpang, memberikan kontribusi negativ pada kemacetan lalu lintas di ruas jalan tersebut.


View Masjid Nurul Islam in a larger map

Arsitektural Masjid Nurul Islam

Sejatinya masjid Nurul Islam ini merupakan masjid dengan arsitektural asli Indonesia. Masjid dengan atap joglo, Namun sokoguru masjid ini hanya ada satu ditempatkan ditengah tengah bangunan masjid menopang struktur atap dan kubah. Bentuk asli tersebut kini hanya bisa dilihat dari sisi utara atau dari arah sukatani, sedangkan dari sisi selatan sudah terhalang oleh bangunan yang lebih tinggi. Namun bagian tertinggi atap joglo dilengkapi dengan kubah dari bahan seng di ujung atap nya. Di sisi muka masjid dibangun bangunan tambahan teras dengan façade berkerawang dilengkapi dengan enam pilar besar yang masing masing terhubung dengan lengkungan berpola geometris.

Masjid Nurul Islam dari arah utara (arah sukatani)
Façade seperti ini mengingatkan kita pada bentuk façade pada bangunan masjid agung Bandung sebelum dibangun kembali dengan bangunan baru semewah dan semoderen saat ini. bangunan yang serupa masih dapat ditemui di Masjid Jami’ Al-Mutaqin di Buni Asih, bahkan bentuk façade di masjid Al-Muttaqin benar benar hampir serupa dengan Masjid ini, CIkarang. Fungsi bangunan ini selain memperindah bentuk banguan masjid, juga menjadi peredam kebisingan lalu lintas di dalam masjid.

Bila di pandang dari ruas jalan Cikarang – Karawang, terlihat kubah kecil menyembul di atas bangunan façade. Sepertinya dulu merupakan sebuah bangunan menara kecil sebelum kemudian tertutup oleh bangunan façade. Sebuah papan nama kecil dipasang di sisi kanan masjid. Sedangkan nama dengan ukuran lebih besar dipasang pada tembok disisi utara masjid menghadap ke selatan. Tempat wudhu ditempatkan di sisi utara masjid. Terhubung langsung dengan ruang sholat utama.

Facade depan masjid Nurul Islam
Keterbatasan lahan parkir sedikit menyulitkan jemaah yang membawa kendaraan bermotor. Pada acara peringatan hari hari besar Islam di masjid ini, terkadang pengurus masjid membangun tenda sementara yang memakan lebih dari setengah ruas jalan, pada hari hari libur nasional, bukan pada jam sibuk saat sedang sepi arus lalu lintas.

Arsitektural Masjid Nurul Islam

Kami belum memiliki informasi terkait sejarah pembangunan masjid ini. di dalam masjid tak ditemui piagam pembangunan masjid dari Kantor Urusan Agama ataupun plakat pembangunan masjid. Namun melihat dari bentuk bangunan dan arsitekturnya sepertinya masjid ini dibangun pada era yang tak berjauhan dengan Masjid Al-Mutaqin di Buni Asih.  Silahkan menghubungi kami bila ada yang memiliki informasi terkait masjid Nurul Islam ini.

Arsitektural Masjid Nurul Islam

Mihrab dan Mimbar Masjid Nurul Islam
Interior Masjid Nurul Islam, satu sokoguru berdiri ditengah masjid.
Ruang di sisi selatan Masjid Nurul Islam
Pintu Utama Masjid Nurul Islam
Masjid Nurul Islam diantara kemacetan lalu lintas pagi hari

Kamis, 18 Agustus 2011

Masjid Jami Al-Muttaqin, Ciantra – Cikarang Selatan

Masjid Al-Muttaqin dengan pelataran parkirnya ditutup dengan bata merah,
cukup menarik perhatian. 

Adalah ide ku untuk sholat Jum’at di masjid ini. Dua temanku berhasil "kuhasut" untuk turut serta menjelahi hasil pencarian di google earth masjid masjid sekitar Villa Mutiara yang satu ini. menjadi menarik perhatian dari google earth karena lokasinya cukup unik, terletak di perkampungan diantara hijaunya rimbun pepohonan tak jauh dari komplek perumahan.

11.30 bertiga langsung ngabur dari kantor, menyusuri rute sesuai petunjuk mbah google dan hasil muter muter di sekitar Villa Mutiara berhasil menemukan masjid ini sekaligus warteg di sekitar tempat itu untuk makan siang selepas sholat jum’at.

Lokasi

Masjid ini masuk dalam wilayah desa Ciantra, Kecamatan CIkarang Selatan, Bersebelahan dengan komplek perumahan Villa Mutiara, Cikarang Selatan. Alamat lengkapnya sebagai berikut :

Kampung Kukun RT 009 RW 005 Desa Ciantra
Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat.



Masjid ini terlihat masih gress, masih baru. Catnya masih mentereng. Tak sempat berbincang bincang dengan jemaah lain ataupun pengurus masjid. Waktu Istirahat kami terbatas dan lokasinya agak jauh sedikit dari kantor.

Masjid ini terlihat begitu mencolok di tengah kampung Ciantra. Dalam dominasi warna krem. Arsitektur masjid ini dibangun dengan kubah dibagian tengah atap cor nya. Empat menara ramping berdiri di empat sudut struktur atap masjid. Pilar pilar segi empat dengan lengkungan memperindah teras di tiga sisi bangunan masjid.

Bangunan masjid ini memiliki tiga hal yang berkaitan dengan angka tiga. Yang pertama terlihat pada tiga undakan anak tangga menuju lantai masjid. Lantai masjid ini memang dibangun lebih tinggi dari permukaan tanah. Tiga undakan struktur atap, dan tiga undakan lagi pada empat menara rampingnya.

Angka tiga dalam struktur masjid di fahami secara umum sebagai Iman, Islam dan Ikhsan yang merupakan sifat dasar seorang muslim. Nama masjid ditulis dengan hurup besar pada lengkungan yang dibuat khusus di atas bangunan beranda masjid.

Keseluruhan interior masjid di lapis dengan keramik dari lantai hingga dinding. Empat sokoguru bundar menopang struktur atap masjid berdiri kokoh di tengah masjid. Jendela jendela kecil di sekitar kubah memberikan pencahayaan alami ke dalam ruang masjid. Rongga kubah masjid di bagian dalam masjid dibuat dalam bentuk segi delapan.

Toilet dan tempat wudhu disediakan disisi selatan masjid dalambangunan terpisah. Pasokan sir juga tidak ada masalah di masjid megah ini. Hari itu masjid ini penuh sesak oleh jemaah sholat jum’at meski tak sampai memadati halaman parkir masjid ini yang sudah di tutup dengan susunan bata merah, memberikan pemandangan yang cukup klasik di halaman masjid ini.

Salut untuk muslim Ciantra dengan masjid Almuttaqinnya yang megah ini.


Gerbang Masjid Jami' Al-Muttaqiin

Dewan Kemakmuran Masjid Al-Muttaqin

Pelindung : Kepala Desa  dan Ketua DPD
Ketua DKM : H. Jamiludin
Pengawas : H. Anda Ana & Boim

Sekretaris : Rimansyah Spd
Wakil Ketua I bidang Idaroh : H. Hamdani
Wakil Ketua II bidang Imaroh : Dedi Setiadi Sag
Wakil Ketua III bidang riayah : Inta Sasmita
Bendahara : Ma'mun Nawawi

Bidang Idaroh terdiri dari beberapa seksi masing masing adalah :
* Perencanaan : Ence & H. Halim
* Pendanaan : Masim Nurseha & Dayad
* Humas / Dokumen : Karman & Ilyas
* Perpustakaan : Erip Mulyana

Bidang Imaroh 
* Seksi Ibadah : Soleh
* Seksi Pendidikan : Akum & Abi Rasim
* Seksi Sosial : Kaban & Nasep 
* Seksi Remaja : Endi Suhendi  & Rahmat Hidayat

Bidang Riayah
* Seksi Keamanan : Ajid & Salim
* Seksi Pemeliharan / Kebersihan : Mamat & Parman
* Seksi Perlengkapan : Udin & Abdul Khojin

Foto foto masjid Jami' Al-Muttaqin

Menjelang Sholat Jum'at
Papan Nama Masjid
Sesaat setelah sholat Jum'at

Updated 1 : 17 Sep 2011
Updated 2 : 10 Des 2015

-----------------------------ooo000ooo---------------------------


Selasa, 16 Agustus 2011

Masjid Al-Muqorrobin, Kandang Roda – Cikarang Selatan

Masjid Al-Muqorrobin
Berada persis di sisi kanan jalan raya menuju Serang dan Cibarusah dari arah Pasar Sentral Lippo Cikarang, tak jauh dari gerbang perumahan Villa Mutiara Cikarang. Masjid Al-Muqorrobin ini berdiri kokoh dengan nuansa hijau menghias hampir keseluruhan bangunannya.

Lokasinya yang persis di pinggiran jalan memang agak menyulitkan untuk parkir kendaraan bermotor. Hanya tersisa sedikit ruang saja di bagian depan masjid untuk lahan parkir beberapa sepeda motor. Kendaraan roda empat mau tidak mau harus parkir di sisi jalan raya.




Namun posisinya itu juga yang membuat jemaah masjid ini tak pernah sepi dari jemaah sholat lima waktu, meski hanya memenuhi lantai satu masjid dua lantai ini.

Sejatinya masjid Al-Muqorrobin ini terdiri dari dua bangunan terpisah. Satu bangunan untuk jemaah ihwan (laki laki) dan satu bangunan khusus untuk jemaah Ahwat (wanita). Cukup menarik bukan ?. jadi jemaah ihwan dan ahwat di masjid ini tak kan pernah bertemu dalam satu ruangan.

Masjid Al-Muqorrobin diantara lalu lintas kendaraan ke arah pasar serang
Tempat wudhu dan toilet disediakan di sisi barat masjid, melewati sisi utara masjid. Pasokan air melimpah jadi tak perlu khawatir tak ada air untuk bersuci.  Masjid ini juga berada di sisi jalan masuk menuju beberapa komplek perumahan.  Di simpang jalan tersebut menjadi tempat mangkal para tukang ojek yang menawarkan jasa angkutan menuju komplek komplek perumahan tersebut.

Arsitektural Masjid Al-Muqorrobin

Arsitektural masjid ini memadukan berbagai unsure seni bina bangunan masjid. Dibangun berlantai dua, atap masjid ini perpaduan antara atap limas bersusun sebagai cirri khas masjid Indonesia dengan kubah di bagian tertinggi, kubah merupakan cirri universal sebuah bangunan masjid.

Masjid Al-Muqorrobin di lihat dari jalan raya dari arah Pasar Serang
Lengkungan lengkungan menjadi bentuk utama dari teras depan masjid hingga ke bukaan dinding di lantai dua. Lengkungan dalam seni bina masjid juga menjadi salah satu cirri dari sebuah masjid secara universal. Sentuhan eropa juga ditemui dalam bentuk bentuk pilar bundar di teras depan masjid dan sisi kiri dan kanan Mihrab.

Masjid ini juga dilengkapi dengan sebuah menara yang dibangun menyatu dengan struktur masjid. Sementara di bagian atap masjid juga dilengkapi dengan ornament kubah yang lebih kecil dari kubah utama, masing masing kubah dilengkapi dengan lambang bulan sabit dan bintang. Sedangkan diujung dua kubah utama dan kubah menara dipasang lafaz Allah.


Menara dan kubah masjid Al-Muqorrobin
Sejarah Masjid Al-Muqorrobin

Sejauh ini penulis belum mendapatkan informasi tentang sejarah pembangunan masjid ini. sudah berapa lama berdiri disana, siapa pendiri dan pembangunnya dulu dan lain lain. Namun kehadirannya di lokasi jalan lintas Cikarang – Cibarusah menghadirkan satu alternative tempat singgah untuk menunaikan sholat bila anda sedang melintas di jalur tersebut.

Jangan sungkan menghubungi saya di bujanglanang@gmail.com bila anda memiliki informasi seputar masjid ini atau untuk sekedar besilaturrahmi.

Kubah dan menara masjid Al-Muqorrobin dilihat dari lantai dua masjid Minhajul -
Istiqomah - Kampung Kukun.
Khusus Ahwat
Ruang Sholat khusus Jemaah Ahwat
Masjid Al-Muqorrobin dilihat dari Villa Mutiara
Interior Masjid Al-Muqorrobin
--------------------------------

Data Base Artikel Masjid Masjid Cikarang Selatan (silahkan klik)



Masjid Jami’ Al-Hidayah, Cibatu – Cikarang Selatan

Masjid Jami' Al-Hidayah 

Jalur Kali Malang – Lippo Cikarang via Cibatu ini merupakan salah satu jalur alternatif bagi pengendara kendaraan bermotor yang melintas dari kawasan Jababeka menuju Lippo Cikarang. Meski beberapa jalur nya tak begitu baik di beberapa bagian karena jalan cornya yang sudan rusak.

Namun secara keseluruhan jalur ini lumayan menarik bagi para pengguna jalan untuk menghindari kemacetan yang semakin hari semakin parah di jalur normal Jababeka – Lippo Cikarang pada jam jam sibuk.

Alamat Masjid Jami’ Al-Hidayah

Kampung Bangkuang, Desa Cibatu
Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi – Jawa Barat



View Masjid Jami' Al-Hidayah in a larger map


Arsitektur Masjid Jami’ Al-Hidayah

Sekilas saja memandang masjid ini kita langsung tahu masjid ini dibangun dalam arsitektural masjid khas Indonesia dengan Atap Limas bersusun tiga. Tanpa bangunan menara sebagai tempat bagi pengeras suara. Speaker diletakkan di ujung atap tertinggi.

Sekeliling masjid kecuali sisi barat dilengkapi dengan teras berpilar. Teras yang menjadi tempat sholat tambahan saat jemaah melimpah di sholat Jum’at dan sholat dua hari raya. Pelataran parkir masjid ini sudah di cor rapi. Area parkir yang tentunya juga dapat dialih fungsi sebagai area sholat tambahan bila ruang utama dan teras masjid tak mencukupi untuk menampung Jamaah.

Pertama kali aku singgah ke masjid ini di waktu magrib. Memang rejeki ku untuk singgah ke berbebagai masjid di waktu magrib barangkali. Jemaahnya cukup ramai. Alhamdulillah.

Dari papan nama yang terpasang di depan masjid terekam kegiatan dari TERIMA KASIH INDONESIA dari Yamaha Bakti Nusa. Logo nya terpampang di papan nama masjid tersebut. Saya memang belum sempat untuk singgah lagi ke masjid ini untuk sekedar mencari tahu kegiatan apakah gerangan yang dilakukan untuk masjid tersebut.

Siapapun yang memiliki informasi lebih tentang masjid ini, jangan sungkan menghubungi saya di bujanglanang@gmail.com untuk melengkapi informasi seputar masjid ini. 




Sabtu, 13 Agustus 2011

Muslim Turki di Jerman Bangun Masjid “Ramah Lingkungan”

Komunitas Muslim di Norderstedt, utara Jerman akan membangun masjid, yang mungkin menjadi masjid pertama di dunia yang menghasilkan sumber energi. Di menara masjid itu akan dipasang turbin-turbin bertenaga angin yang menjadi sumber energi tersebut.

Masjid “ramah lingkungan” yang dipekirakan menelan biaya pembangunan sebesar 2,5 juta euro ini adalah ide dari seorang arsitek asal Hamburg Selcuk Ünyilmaz, arsitek yang selalu menerapkan efisiensi energi dalam setiap rancangan bangunan yang dibuatnya.

“Saya berpikir tentang bagaimana kita bisa memberikan perhatian pada masalah lingkungan dalam disain arsitektur. Disain yang saya buat adalah kombinasi antara hal-hal yang modern dan tradisional, jadi saya ingin memberikan fungsi kontemporer pada menara-menara itu,” ujar Ünyilmaz.

Turbin-turbin bertenaga angin akan ditempatkan di dua menara masjid yang akan dibangun dengan ketinggian 22 meter. Ia akan memasang baling-baling dari kaca di masing-masing menara itu. Pada saat-saat tertentu di siang hari, cahaya matahari yang menerpa baling-baling itu akan menimbulkan efek permainan cahaya yang indah.

Pemerintah kota Norderstedt, bulan Mei kemarin sudah menyetujui rencana pembangunan kompleks masjid, yang akan terdiri dari dua bangunan besar, satu bangunan untuk masjid dan satu bangunan untuk toko-toko, biro perjalanan, kafe, kantor dan tempat cukur rambut. Masjid itu akan dibangun oleh komunitas muslim Turki di Jerman yang tergabung dalam Turkish-Islamic Union for Religious Affairs.

“Kami ingin membuat sebuah tempat pertemuan untuk semua orang dari berbagai latar belakan agama dan kebangsaan. Tempat ini nantinya akan menyediakan berbagai layanan seperti sosial, budaya dan kegiatan olahraga,” kata Ugur Sütcü, pemuka masyarakat muslim Norderstedt, sebuah kota letaknya tak jauh dari Hamburg. (kw/gdn)




Rabu, 10 Agustus 2011

Walikota Kupang Hentikan Pembangunan Masjid


Walikota Kupang Daniel Adoe memutuskan untuk menghentikan sementara pembangunan masjid Nur Musofir di Kecamatan Batuplat, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul protes masyarakat sekitar yang meminta verifikasi ulang terhadap surat dukungan bagi pembangunan masjid tersebut.

“Penghentian sementara ini dalam rangka menanggapi tuntutan masyarakat dan untuk mencari solusi atas sengketa antara komite pembangunan masjid dan warga setempat," kata Daniel setelah pertemuan dengan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sinode kepala Rev Eben Nuban Timo dan Forum Kerukunan Antar Ummat Beragama (FKUB) di Kupang, hari Senin lalu.

Ratusan orang berunjuk rasa diluar gedung pertemuan dan mengkritik walikota yang dianggap membuat kebijakan sepihak dengan mengeluarkan izin pembangunan masjid tersebut tanpa mengindahkan aspirasi mereka.

"Masyarakat di Kupang sangat toleran. Walikota harus membuka ruang untuk dialog dari awal untuk mencari solusi bersama, bukan melakukan pembangunan masjid secara diam-diam, "kata kepala GMKI Kupang, Jhon Liem.

Jhon mengatakan penculikan anggota GMKI Kupang oleh sejumlah pria bertopeng Senin malam adalah bagian dari rencana untuk menghasut kerusuhan Publik “para penculik kemudian melepaskan aktivis tersebut tapi merampas flash disk dan sim card hand phone mereka. Mereka mempertanyakan mengapa para aktivis keberatan dengan pembangunan masjid tersebut dan mengancam akan membunuh aktivis tersebut” katanya.

Penduduk setempat mengatakan bahwa 19 orang dari 65 orang pendukung yang ada dalam daftar mengaku merasa tidak pernah menandatangani surat dukungan dimaksud. Sisanya mengaku bahwa mereka ditipu, dengan dijanjikan akan menerima daging kurban. Demikian disampaikan oleh para pengunjuk rasa.

Menurut Daniel, masjid tersebut awalnya berada di kawasan perumahan, namun kemudian dipindahkan kelokasi lain yang diberikan oleh pemerintah karena adanya protes dari warga sekitar.

Pendeta Eben mengatakan bahwa pembangunan rumah ibadah adalah hak setiap warga Negara, asalkan mematuhkan aturan yang ada. Jika ditemukan adanya manipulasi, itu harus dibatalkan dan mereka mencoba untuk memperkeruh suasana harus di adili” katanya.

Kepala Majelis Ulama Indonesia NTT Abdul Kadir Makarim mengatakan pembangunan ini sudah sesuai dengan prosedur karena telah mendapatkan izin dari pemerintah dan rekomendasi dari FKUB Kupang.

“Mari kita ciptakan suasana yang kondusif. Jangan ikuti propokasi lain, dan selalu berujung kepada keributan setiap kali ada pembangunan rumah ibadah”.


Berita Terkait :

Republika -  Walikota Kupang: Pembangunan Masjid Nur Musofir telah Penuhi Persyaratan
Tempo interaktif - Pendeta Dukung Pembangunan Masjid di Kupang