Rabu, 27 April 2011

Masjid Taqwa, Tanjung Karang, Bandar Lampung

Updated : 3 Januari 2016
Masjid Taqwa Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung Propinsi Lampung
Masjid Taqwa Tanjung Karang di Bulan Juli 2015, foto dari google street view
Tanjung karang, kota tua di provinsi Lampung tempat berahir dan bermulanya perjalanan Kereta Api penumpang dari dan ke Stasiun Besar kereta api Kertapati di Palembang, propinsi Sumatera Selatan. Tanjung Karang kemudian digabungkan dengan Teluk Betung untuk menjadi Ibukota Propinsi Lampung dengan nama kota yang baru sebagai Kota (madya) Bandar Lampung yang kini kita kenal.

Hanya beberapa meter dari gerbang stasiun besar KA Tanjung Karang ini berdiri masjid besar yang sudah cukup tua, benama Masjid Taqwa. Sayangnya sedikit sekali informasi yang bisa diperoleh di dunia maya mengenai masjid besar di kota Tanjung Karang ini.

Masjid Taqwa dilihat dari arah stasiun besar Kereta Api Tanjung Karang
Siapa tahu setelah membaca tulisan ini, ada yang tergerak hati menuliskan artikel tentang masjid Taqwa Tanjung Karang, kapang dibangun, siapa yang membangun, riwayat renovasi dan sebagainya. Terutama bagi mereka yang mengenal dengan baik masjid ini, untuk dibagi dengan pembaca pembaca yang lain.

Terahir singgah ke masjid ini untuk sholat subuh di bulan September 2010 lalu bertepatan dengan penghunjung Bulan Ramadhan. Ketika itu, Masjid Taqwa sedang dalam proses renovasi besar besaran dan sepertinya mengubah total tampilan fisik masjid ini.

Lokasi Masjid Taqwa

Jl. Kotaraja No. 1 Tanjung Karang
Kota Bandar Lampung, Propinsi Lampung
Telepon : (0721) 253209


Lihat Masjid Taqwa Tanjung Karang di peta yang lebih besar



Seperti telah disinggung di awal, lokasi Masjid Taqwa tak jauh dari Stasiun Besar Kereta Api Tanjung Karang.  Kubah dan menara masjid ini terlihat jelas dari gerbang stasiun. So bila anda sedang kebetulan berada di stasiun besar KA Tanjung Karang ini, tinggal jalan kaki sedikit untuk dapat menikmati sholat di masjid ini.

Dari foto sebelum renovasi dan foto bulan September 2010 jelas terlihat bahwa renovasi tersebut memang mengubah tampilan fisik masjid Taqwa. Meski renovasi sedang berjalan namun sangat sudah terlihat tampilah baru masjid Taqwa memang lebih cantik dan modern dari tampilan sebelumnya.

Lembaga binaan Yayasan Taqwa
Aktivitas Masjid Taqwa


Dari beberapa papan nama yang terpasang di depan masjid, tampaknya masjid Taqwa ini cukup makmur dengan aktivitas sosial dan keagamaan. Masjid ini sudah memiliki koperasi yang diberi nama Koperasi Masjid Taqwa dan sudah berbadan hukum dengan nomor 62/BH/KDK.7.4/VII/99. Nomor telepon koperasi Masjid Taqwa 0721-258040.

Di masjid ini juga tersedia balai pengobatan Taqwa, Perguruan Diniyah Taqwa yang mengelola pendidikan setingkat Taman Pendidikan Al-Qur’an dan Madrasah Diniyah Al-Qur’an, Taman Kanak Kanak Diniyah, Madrasah Diniyah Awaliyah, Madrasah Diniyah Wustho dan Madrasah Diniyah Ulya. Semua aktivitas tersebut berada di bawah naungan yayasan Taqwa.

Arsitektur Masjid Taqwa Tanjung Karang

Masjid Taqwa Tanjung karang terdiri dari dua lantai. Tangga ke lantai dua masjid dibangun dibagian depan masjid yang menghadap ke jalan Kotaraja. Arsitektural seperti ini memang banyak digunakan pada rumah rumah tradisional sumatera bagian selatan. Tangga ke lantai dua ini di lindungi dengan atap cor beton. Atap yang selain berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan panas matahari tapi juga menjadi tambahan seni arsitektur tersendiri bagi masjid ini.

antara dua menara masjid ::: Tanjung Karang - Bandar Lampung VS Cikarang Utara, Bekasi
Bentuk lengkungan, merata digunakan di keseluruhan bangunan baru yang ditambahkan di sekeliling masjid. Kubah besar di atap masjid sepertinya tetap akan dipertahankan. Sementara menara yang berdiri terpisah dari masjid itu entah mengapa mengingatkan ku pada masjid Nurul Huda di Kaum Utara, Cikarang, yang juga pernah di posting di laman blog ini.  

Bila masjid Taqwa dekat sekali dengan Stasiun KA Tanjung Karang, Masjid Nurul Huda Kaum Utara tak terlalu jauh dari Stasiun KA Cikarang. namun berada di dua pulau dan propinsi yang berbeda. Bisa jadi dulunya dua masjid ini dibangun di era yang sama, atau memang memilki keterkaitan satu sama lain nya ?. Ada satu lagi kesamaan dua masjid ini, Sama sama sedang renovasi besar besaran. 

foto kiti : Masjid Taqwa di bulan Agustus 2010, proses renovasi baru dimulai
di bagian depan (foto croping dari bocah.info di panoramio). Foto Kanan Masjid Taqwa sebulan Kemudian di bulan September 2010
Area sholat untuk jemaah wanita tidak dipisahkan secara permanen. Tapi disekat dengan sekat kayu yang bisa di pindah pindah dan di atur luasan area yang dibutuhkan tergantung seberapa banyak jemaah wanita yang hadir. Satu hal yang menarik dari masjid ini adalah lokasinya yang selain dekat dengan stasiun KA tapi juga tak jauh dari sebuah bangunan gereja yang lokasinya hanya beberapa meter ke arah barat berseberangan dengan Masjid Taqwa (baca juga : potret kerukunan beragama di berbagai belahan bumi)

Saat tulisan ini di posting (April 2011) boleh jadi proyek renovasi masjid Taqwa ini sudah selesai dilaksanakan. Dan masjid tampilan Masjid Taqwa pun sudah jauh lebih cantik dari bentuk sebelumnya dan yang lebih penting semakin makmur pula jemaahnya. Amin.

Foto Foto Masjid Taqwa Tanjung Karang, Bandar Lampung


Renovasi September 2010 terhadap Masjid Taqwa Tanjung Karang
Masjid Taqwa di deretan Ruko di jalan kutaraja ke arah Stasiun Besar Tanjung Karang  
dari arah tugu muda di pertigaan teuku Umar, raden inten tak jauh dari gedung juang 45 Tanjung Karang.
Fasad masjid diantara rambu rambu jalan
Masjid Taqwa Tanjung Karang ini berada di ruas jalan yang sama dengan bangunan gereja yang berseberangan jalan.
- - - - - - - - ooo000ooo - - - - - - - -

Baca Juga



Rabu, 13 April 2011

Masjid Raya Al-Kasiah, Klari, Karawang

Masjid Al-Kasiah ini adalah salah satu karya Maetro Arsitek Indonesia (alm) Prof. Muhammad Noe'man.

Bila anda kebetulan sedang melintas di jalan raya Klari di Karawang yang menghubungkan kota karawang dengan Purwakarta, dan bertepatan dengan tiba nya waktu sholat, di daerah tersebut ada bangunan masjid yang cukup nyaman dan mengesankan untuk disinggahi guna melaksanakan ibadah sholat fardhu. Masjid tersebut bernama Masjid Raya Al-Kasiah.

Masjid megah berbahan besi dan kaca ini bukan dibangun oleh pemerintah atau warga sekitar, bukan pula oleh sebuah perusahaan. Tapi dibangun oleh satu keluarga muslim, menjadikan masjid ini sebagai masjid keluarga namun terbuka untuk muslim manapun. Bangunannya pun dirancang terbuka dan ramah lingkungan dan ramah pengunjung, menghilangkan kesan “sungkan” bagi siapapun yang mampir kesana.

Sejarah Pembangunan Masjid Raya Alkasiah

Al-Kasiah nama masjid ini diambil dari ayat Al-Qur'an dan juga nama Nenek tercinta dari pendiri masjid ini.

Masjid Al-Khasiah Klari adalah masjid keluarga, didirikan dengan dana yang dihimpun oleh ahli waris Keluarga S. Wongsoredjo, diprakarsai oleh Alm. Soekandar Wignjosoebroto (wafat 1988), putra sulung S. Wongsoredjo, sedangkan pembangunan masjid dikerjakan oleh alm. Drs. Moh Sisman (wafat 2005), putra bungsu S. Wongsoredjo. Semasa hidupnya, S. Wongsoredjo (wafat 1948) bertugas sebagai kepala stasiun kereta api Klari. Nama masjid diambil dari nama isteri S. Wongsoredjo (Kasiah), suatu nama yang tersebut juda dalam al-Quran. 


Sebagaimana disebutkan di prasasti pembangunan masjid yang dipasang di tembok sisi depan masjid, Masjid Raya Al-Kasiah diresmikan pada tanggal 20 September 1998, oleh Drs. H. Mohammad Sisman bin Wongsoredjo. Semoga rahmat Alloh senantiasa berlimpah bagi keluarga besar Wongsoredjo, sebagaimana janji Alloh SWT "Siapa yang membangun masjid di dunia, maka Alloh akan membuatkan rumah baginya di Akherat".  

Masjid Raya Al-Kasiah
Jl. Raya Klari, Desa Klari, Kec. Klari
Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41371 Indonesia




Arsitektur Masjid Raya Al-Kasiah

Masjid Raya Al-Kasiah ini, cukup mengesankan rancang bangun nya, cukup mengesankan pula ditilik dari siapa pembangun nya. Bila di Putra Jaya Malaysia terkenal dengan masjid yang mereka sebut sebagai masjid besi karena hampir keseluruhan material masjid tersebut menggunakan besi dalam berbagai aplikasi, maka, masjid Raya Al-kasiah ini mungkin dapat disebut sebagai masjid besi nya Karawang.

Bangunan utama masjid Raya Al-kasiah ini seluruhnya menggunakan struktur besi baja, dari tiang hingga kerangka atap. Dari luar ataupun dari bagian dalam masjid terlihat dengan jelas besi besi yang digunakan untuk bangunan masjid ini. Menjadi sangat menarik karena masjid ini dibangun dalam arsitektur asli indonesia yang merupakan warisan kuno dari era ke emasan Majapahit, namun menggunakan material bangunan ke kinian. 

Fasad depan masjid Al-Kasiah

Seperti sudah dibahas dalam artikel terdahulu di blog ini yang bertajuk “Warisan Majapahit di masjid masjid kita”bahwa struktur bangunan masjid dengan atap limas besusun yang kini menjadi ciri utama masjid asli Indonesia merupakan warisan kekayaan arsitektur Majapahit yang diaplikasikan ke dalam arsitektur Islam Indonesia oleh Raden Sepat. Dan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari masjid masjid Nusantara.

Berdinding Kaca

Keseluruhan dinding masjid Al-Kasiah, kecuali sisi mihrab, menggunakan material kaca bening. Perpaduan dinding kaca dan ketinggian atap masjid benar benar menghilangkan kebutuhan energi listrik untuk penerangan di siang hari. Rancangan yang demikian ini juga menghasilkan ruangan yang tetap terasa nyaman di siang hari ditengah teriknya matahari Karawang.

Interior Masjid Al-Kasiah

Ruang dalam masjid dibangun tanpa plafon. Rancangan seperti ini selain memberikan ruang yang leluasa bagi sirkualasi udara yang berguna bagi menjaga temperatur di dalam ruanganan, juga memberikan keindahan tersendiri bagi interior masjid yang dihasilkan dari padu padan rangkaian besi kerangka utama masjid dengan latar belakang nya berupa lapisan kayu penutup sisi bawah atap masjid.

Dinding di sisi mihrab yang menjadi satu satunya yang berbahan beton, itupun tidak keseluruhan, bagian atas tembok sisi mihrab ini, tetap di beri bukaan dengan dinding kaca. Di tembok sisi mihrab ini dipajang sebuah kaligrafi Al-qur’an dalam ukuran besar. Plakat pembangunan masjid juga dipasang ditembok ini di bagian bawah sebelah kiri. Sementara ruang mihrab masjid ditenrangi cahaya alami dari glass wall yang dipasang di sisi depan mihrab. Sisi atap mihrab di hias dengan mushaf al-Quran memberikan kesan bahwa ruang mihrab ini seakan akan dipayungi oleh kitab suci Alqur’an yang sedang terbuka dan menhadap ke bawah.

Pendopo berukuran besar dibangun di sisi timur Masjid Al-Kasiah

Pendopo besar dari kayu.

Masjid ini dilengkapi dengan bangunan pendopo yang berukuran jauh lebih besar dari bangunan utama masjid. pendopo yang dibangun disisi timur dan terhubung dengan bangunan utama masjid menjadikan pendopo ini sebagai ruang sholat tambahan bagi jemaah sholat jum’at. Layaknya pendopo yang biasa dijumpai di masjid masjid dan keraton jawa, pendopo masjid Al-Kasiah pun dibangun tanpa dinding, beratap genteng dan tak terlalu tinggi untuk memberikan keteduhan. Sangat nyaman untuk beristirahat sejenak di pendopo ini.

Halaman belakang masjid (sisi utara) masih ada lahan terbuka yang dipenuhi dengan pohon buah buahan termasuk pohon mangga. pohon pohon besar juga ditanam dihalaman depan dan disekitar pendopo. Pohon pohon besar dan rimbun di area ini memberikan suasana adem dan sejuk di sekitar masjid.

Menara Tunggal Masjid Al-Kasiah

Menara Masjid

Menara masjid Raya AlKasiah dibangun terpisah dari bangunan masjid. letaknya pojok barat daya masjid atau disisi kiri gerbang masuk ke kawasan masjid. menara masjid ini juga dibangun menggunakan material besi baja dan beton bertulang. Menara segi empat ini ke empat sisinya ditutup dengan panel besi berkerawang yang terlihat cukup unik.

Pemakaman Keluarga

Di sebelah barat masjid terdapat komplek pemakaman keluarga yang diperuntukkan khusus bagi keluaga Wongsoredjo. Keluarga yang membangun masjid raya ini. Komplek pemakaman ini cukup luas untuk ukuran pemakaman keluarga. Lengkap dengan papan nama berukuran besar di pintu utama pemakaman yang menhadap ke areal parkir di sisi barat bangunan masjid.

Komplek pemakaman Keluarga Wongsoredjo di sebelah barat bangunan Masjid Raya Al-Kasiah.

Aktivitas Masjid Raya Al-Kasiah

Lokasi masjid ini yang berada di daerah industri bukan di tengah tengah pemukiman warga ataupun komplek perumahan, menjadikan masjid ini hanya ramai jemaah justru di hari kerja, bukan di hari hari libur. Di hari Jum’at saat pelaksanaan sholat jum’at masjid ini penuh sesak oleh jemaah yang merupakan karyawan dari perushaan perusahaan yang berada di daerah tersebut, dan pengguna jalan yang kebetulan melintas di kawasan tersebut.

Video Interior Masjid Raya Al-Kasiah


Foto Foto Masjid Raya Al-Kasiah

Dilihat dari arah jalan raya Klari
Bangunan pendopo Masjid Raya Al-Kasiah disambungkan dengan bangunan utama masjid
Rangka besi digunakan diseluruh struktur bangunan masjid ini
Lampu gantung antik di area pendopo Masjid Alkasiah
Lampu gantung antik di area pendopo Masjid Alkasiah
Sebentar lagi panen mangga
Halaman belakang masjid Al-Kasiah yang teduh
Prasasti pembangunan Masjid Raya Al-Kasiah

Kamis, 07 April 2011

Masjid Jami Al-Istiqomatul Munawwaroh, Kampung Leweung Malang

Masjid Jami' Al-Istiqomatul Munawaroh. Menjelang magrib.

Lokasi Masjid Jami Al-Istiqomatul Munawwaroh

Masjid ini berada di kampung yang sama dengan masjid Jami’ Sirojul Huda yang sudah di posting sebelumnya di blog ini. Namun berbeda dengan masjid Sirojul Huda yang terletak di tepian jalan utama, masjid Al-Istiqomatul Munawwaroh sedikit masuk ke dalam gang, berada di tusuk sate gang masjid, sehingga bangunan masjid ini dapat dilihat dari jalan raya di muara gang masjid.



Secara administratif masjid ini masuk dalam wilayah kampung Leweung Malang, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, kabupaten Bekasi, propinsi Jawa Barat. Bila dari arah pintu tol cikarang barat / lemah abang,belok ke kanan ke arah Lippo Cikarang. Beberapa meter melewati perempatan Lippo Cikarang ke arah Cibarusah masjid ini berada dalam gang pertama setelah perempatan di sebelah kanan jalan, muara gang ini berada persis di posisi U-turn, jalan raya Cibarusah.

Masjid Jami' Al-Istiqomatul Munawwaroh
Jl. Raya Cikarang Cibarusah No.16, Sukaresmi
Cikarang Selatan, Kab. Bekasi, Jawa Barat 17530



Leweung, dalam bahasa Sunda bermakna hutan, dan Malang berarti Melintang. Leweung Malang secara harpiah berarti Hutan yang melintang. Namun jangan berpikir bahwa masjid ini berada di tengah hutan. Leweung malang yang menjadi nama kampung ini tinggallah sebuah nama belaka.

Bahkan kata kampung sendiri sudah tak lagi cocok dengan kawasan yang sudah menjadi kawasan konsentrasi pemukiman penduduk diantara dua kawasan Industri besar di Cikarang Selatan ini. Tak ada sepotong hutanpun lagi di kampung ini.

Ketika waktu magrib tiba di Masjid Al-Istiqomatul Munawwaroh
Satu hal yang sangat menyenangkan singgah sholat di masjid ini. Jemaah sholatnya begitu ramai. Ukuran masjid ini lumayan besar. Di dua sholat wajib ; magrib dan isya jemaah (laki laki) nya memenuhi hingga ¾ dari ruangan utama masjid. jemaah nya pun dari berbagai usia mulai dari anak anak hingga jemaah yang sudah punya anak dan cucu cucu.

Arsitektural Masjid

Ruangan utama masjid keseluruhannya ditutup dengan karpet. Ke tiga sisi masjid dilengkapi dengan masing dua pintu. Jadi secara keseluruhan masjid ini memiliki enam pintu utama. Sejatinya bangunan utama masjid ini merupakan masjid berarsitektur asli Indonesia dengan atap limas bersusun. Namun kemudian ditambahkan bangunan tambahan di tiga sisi masjid.

Jejeran pilar beton di teras depan Masjid yang merupakan area tambahan bagi jemaah

Bangunan tambahan teras di sisi depan (timur) dan sisi kiri (selatan) masjid ini cukup luas.  Teras depan masjid ditopang oleh dua deretan pilar beton. Sementara bangunan sisi kiri (selatan) sebagian kecilnya diberi partisi sebagai tempat sholat khusus jemaah wanita.

Tempat wudhu dan toilet juga terletak di sisi kiri (selatan) masjid bagian belakang. Tempat wudhu bagi jemaah pria dan wanita ditempatkan terpisah. Tidak ada penanda tentang tahun pembangunan masjid ini. Namun dari fisiknya sepertinya masjid ini sudah cukup tua.

Jendela dan Pintu masjid ini menggunakan bentuk sederhana dengan kaca nako yang populer di era 70-80an
Pintu dan jendela masjid ini tidak terlalu tinggi. Sepertinya memang dibangun sesuai dengan gaya arsitektur ketika masjid dibangun, dibuat dalam ukuran normal pintu pintu rumah penduduk disekitar masjid. satu hal yang cukup menarik perhatian adalah dinding depan masjid (sisi mihrab), dinding dibagian ini telihat dua kali lebih tebal dibandingkan dengan tembok disisi yang lain.

Letaknya yang sedikit masuk ke dalam gang membuat suasana cukup tenang, jauh dari hingar bingar lalu lintas kendaraan. Sekeliling tembok bagian dalam sebelah atas di hias dengan kaligrafi sederhana 99 nama nama Alloh. Sedangkan di tembok bagian bawah di beri kaligrafi sederhana dari kayu tulisah shap dalam hurup arab sebagai penanda gari shap jemaah. Meski penanda ini tinggal hiasan saja karena keseluruhan lantai masjid sudah di lengkapi dengan karpet sajadah.

Interior Masjid. dalam suasana setelah sholat magrib
Empat tiang utama masjid ini berbentuk segi empat berdiri kokoh di bagian tengah masjid menyanggah struktur atap. Namun bentuk atap limas nya tidak terlihat dari dalam karena plafon masjid memang tidak dipasang mengikuti kontur atap. Dibagian bawah atap limas tertinggi dipasang jendela jendela kaca berukuran kecil sebagai jalan masuk sinar matahari di siang hari.

Aktivitas Masjid

Masjid yang cukup besar ditambah lagi dengan terasnya yang lega ini terasa sempit bila hari jum’at tiba. Jemaah yang membludak tidak saja memenuhi halaman masjid tapi bahkan meluber hingga ke satu satunya jalan akses ke masjid ini. Sebagian jemaah bahkan sholat di teras teras rumah penduduk di sekitar masjid.

ruang mihrab masjid ini begitu kokoh dengan dua lapis tembok.
Sudah tradisi di masjid ini, disetiap malam Jum’at bakda magrib di adakan acara yasinan dan zikir berjamaah dipimpin oleh imam masjid. acara ini digelar hingga waktu sholat Isya tiba. Tak hanya itu masjid ini juga rajin mengadakan acara santunan bagi anak anak yatim warga sekitar, foto foto aktivitas tersebut dipajang di tembok depan masjid. berjejer dengan dispenser air minum yang memang disediakan gratis bagi jemaah.

Selain ini itu di sisi utara bangunan masjid berdiri gedung Madrasah diniyah yang juga dikelola oleh masjid jami’ ini. Pengelolaan keuangan masjid yang kepengurusannya kini dibawah komando Ustadz Mazduki beserta jajarannya, juga begitu transaparan. Laporan neraca keuangan dipajang di papan pengumuman di dekat tembok depan masjid, tak hanya itu, potokopi buku tabungan masjid pun turut dipasang disana.

Jejeran pilar depan dilihat dari depan masjid.
Transparansi seperti ini mungkin terlihat kecil tapi sangat berarti dan bermanfaat. Selain sebagai catatan dan arsip pengelola masjid tapi juga turut memacu semangat jemaah untuk berkontribusi memakmurkan masjid tanpa harus bertanya tanya atau bahkan bersu’uzon atas donasi yang mereka berikan. (Cikarang, 07 April 2011).


Foto foto Masjid Jami' Al-Istiqomatul Munawwaroh


Meski beratap limas bersusun, masjid ini juga dilengkapi dengan
kubah bentuk bawang dari bahan alumunium.
salah satu dari dua akses ke dalam masjid di bagian depan

Papan pengumuman masjid, dan disebelahnya adalah rangkaian foto foto kegiatan masjid.
ini adalah salah satu dari dua pintu depan masjid. pintu yang ada dalam foto ini ada pintu yang terletak di sebelah kanan.
Masjid Al-Istiqomatul Munawwaroh dilihat adari arah jalan raya cikarang-cibarusah.

Updated : 10-Des-2015


--------------------------------

Data Base Artikel Masjid Masjid Cikarang Selatan




Rabu, 06 April 2011

Masjid Jami’ Nurul Iman Kampung Rukem

Masjid Nurul Iman Kampung Rukem

Masjid ini berada di ruas Jalan Tegal Danas - Simpangan, yang membentang dari pertigaan gedung Bapelkes di Lemah Abang hinga ke Kali Malang di Kampung Tegal Ganas.  Lokasinya di sisi kanan jalan raya bila dari arah Bapelkes. Tak terlalu sulit menemukan masjid ini di Kampung Rukem, Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Masjid Nurul Iman
Jl. Tegal Danas-Simpangan, Kampung Rukem
Desa Jatireja, Kec. Cikarang Timur
Kab. Bekasi, Jawa Barat. Indonesia




Hari Sabtu 12 Maret 2011 ba’da asyar, ketika singgah sebentar disini, masjid ini masih gres alias baru saja selesai dibangun sepekan sebelumnya. Benar benar masih anyar, ibarat makanan benar benar masih anget.

di halaman depan masjid masih terlihat bekas teratak bangunan masjid sebelumnya.

Cukup membahagiakan bagi muslim kampung Rukem memiliki masjid baru yang cukup besar dan megah. Masjid ini sebelumnya merupakan masjid kayu sederhana di lokasi yang sama tapi lebih mepet ke jalan raya. Teratak bangunan masjid yang lama masih terlihat di bagian depan bangunan yang kini berdiri.

Dibangun dalam arsitektural asli Indonesia dengan atap limas bersusun lengkap dengan mastaka alumunium dipuncak atap. Di bagian paling atas di letakkan Lafaz Allah. Masjid berdenah segi empat ini dibangun tanpa tiang tengah sehingga memberikan ruang cukup lapang di dalam masjid.

Interior Masjid Kampung Rukem

Dari plakat pembangunan masjid yang dipasang di tembok depan masjid, dapat diketahui bahwa masjid ini dibangun dari dana donatur dari salah satu Negara Timur Tengah. Sementara papan nama masjid yang lama masih terpasang di tempatnya menjadi satu satunya yang tersisa dari bangunan lama.

Masjid ini dibangun lengkap dengan fasilitas penunjang utamanya yaitu area tempat wudhlu, dan toilet. Untuk menjamin pasokan air dipasang juga bak penampungan air. Keseluruhan bangunan fisik masjid sudah selesai dikerjakan. Namun pengurus masjid masih memiliki banyak pekerjaan rumah termasuk merapikan halaman depan, pemasangan pagar dan sebagainya.

Seperti layaknya masjid tradisional Indonesia masjid Nurul Iman Kampung Rukem ini juga tidak dilengkapi dengan menara. Perangkat pengeras suara dipasang di antara tumpang atap pertama dan kedua.

Sejak ahir Maret lalu, pengurus masjid berencana untuk memperluas bangunan masjid ini dengan menambahkan teras di tiga sisi masjid. Penggalangan dana masyarakat sedang berjalan, bersamaan dengan proses pengerjaan teras di sisi depan masjid.

Semoga semua rencana tersebut berjalan lancar dan masjid ini makmur oleh jemaah dan makmur pula keseluruhan muslim Kampung Rukem. Amin Ya Alloh. Dan, seperti biasa bila ada yang ingin menyumbangkan hartanya tapi tak tahu pasti lokasi masjid ini, silahkan hubungi saya, insya Alloh saya pandu anda menuju kesana, gratis.

Wassalam

papan nama masjid yang lama 
dari balik kaca jendela masih terlihat hamparan sawah yang menghijau disekitar masjid Nurul Iman Kampung Rukem ini.

Kilauan cahaya matahari senja di masjid Kampung Rukem


Update 17 Juli 2011 

Ahad 17 Juli 2011, Masjid Jami' Nurul Iman Kampung Rukem sudah berubah bentuk, sudah dilengkapi dengan teras di 3 sisinya. Alhamdulillah.

Minggu, 03 April 2011

Masjid Jami' Nurul Jannah, Masjid Merah Muda di Kampung Pamahan

Masjid Jami Nurul Jannah, Kampung Pamahan, CIkarang Timur

Di tengah tengah kampung Pamahan, desa Jatireja, kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, diantara rumah rumah penduduk di dalam gang kecil, masjid berwarna merah muda ini berdiri kokoh dengan anggun, lengkap dengan kubah besar di atap beton nya.

Lokasi dan Alamat Masjid Jami’ Nurul Jannah

Kampung Pamahan RT. 13/06
Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Koordinat Geografi :  6°17'14.82"S 107°10'44.56"E


View Masjid Jami' Nurul Jannah in a larger map

Kampung Pamahan dapat dicapai dari pertigaan Bapelkes Lemah Abang, melewati jalan simpangan ke arah Kali Malang. Berada dalam gang kecil dan tak terlihat dari jalan raya. Kubah besar nya itu justru bisa terlihat sayup sayup dari kejauhan dari arah jalan yang membentang di depan gedung sekolah Al-Azhar Cikarang Baru. Bisa juga dilhat kubah nya itu dari arah lokasi pencucian mobil tak jauh dari muara gang menuju ke masjid ini.

Papan Nama Masjid ini dipasang di muara gang menjadi satu satunya penunjuk arah keberadaan masjid ini. Bangunannya kokoh dengan serangkaian pilar pilar beton pipih di ketiga sisinya.

Eksterior Masjid Nurul Jannah Pamahan ::: foto kanan atas adalah foto masjid Nurul Jannah dari arah pencucian mobil dipinggir jalan Pamahan dari arah Bapelkes, sementara foto kanan bawah foto masjid Nurul Jannah dari arah Sekolah Al-Azhar Cikarang Baru.
Sengaja mampir ke masjid ini pagi sabtu minggu lalu sempat berkenalan dan bual bual mesra dengan Kang Suhendi salah satu warga setempat yang kediamannya hanya berjarak beberpa meter dari masji ini.

Menurut penurutan beliau masjid ini memang dibangun dari dana yang dihimpun dari warga sekitar dan sokongan dana dari berbagai pihak, maklumlah bila harus membangun sendiri dengan dana warga, sudah pasti akan sangat berat untuk membangun masjid sebesar dan semegah itu.

Ekterior Masjid Nurul Jannah Pamahan ::: Papan nama pada foto kanan bawah adalah satu satunya penanda lokasi masjid dalam gang ini, mengingat masjid ini memang sama sekali tak terlihat dari jalan raya simpangan, karena letaknya yang tersembunyi dalam gang terhalang oleh rumah rumah penduduk.
Inilah salah satu keindahan negeri ini, kemanapun pergi melangkahkan kaki, disana masjid dapat ditemui. Disana pula dapat dijumpai orang orang yang ramah menyapa meski belum saling kenal satu sama lain. Tak ada alasan tak mampu membangun masjid, meski kemampuan terbatas, meski pembangunan berjalan lamban, meski hambatan tak sedikit.

Masjid masjid kampung di negeri kita ini benar benar masjid jemaah, milik bersama, tak tergantung pada satu intitusi atau lembaga lembaga tertentu untuk menjalankan operasionalnya. Tak tergantung pada ada atau tidak imam berkompetensi tinggi, lulusan lembaga pendidikan ternama untuk membuatnya tetap menjalankan fungsinya.

Interior Masjid Nurul Jannah Pamahan ::: langit langit masjid ini masih butuh sentuhan ahir untuk memolesnya agar tampak lebih apik dan indah. empat sokoguru berdiri kokoh ditengah masjid menyanggah struktur atap betonnya.
Bandingkan dengan Negara Negara Eropa timur yang diesbut oleh beberapa media, lebih memilih menutup masjid dari layanan kepada jemaah hanya karena ketiadaan imam tetap. Sampai dititik tersebut, cukup membanggakan menjadi bagian dari negeri yang senantiasa menjunjung azas gotong royong ini. Kata yang nyaris tak terdengar lagi tapi masih menjadi ruh dalam pembangunan masjid atau mushola di kampung kampung belahan manapun dari bumi pertiwi ini.

Masjid Jami’ Nurul Nurul Jannah masih butuh sedikit polesan ahir untuk membuatnya lebih indah dan tentu saja butuh dana untuk itu. Silahkan bila ingin turut ambil bagian menorehkan nama di masjid ini. Bingung untuk mencapai lokasi ini ? atau lokasi masjid manapun yang pernah saya tulis artikelnya di blog ini ?. Sudahlah tak usah bingung bingun deh, hubungi saya kapan saja,  Insya Alloh saya pandu anda kesana free of charge. Wassalam.

Detil Interior Masjid Nurul Jannah - Pamahan 
--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Timur Lain-nya