Rabu, 19 Januari 2011

Kota Palu Bangun Masjid Terapung

Setelah sebelumnya kota Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara mencanangkan pembangunan masjid terapung di teluk kendari dengan nama Masjid Al-Alam, kini giliran kota Palu ibu kota provinsi Sulawesi Tengah yang juga akan segera memiliki sebuah masjid terapung.

Sebagaimana dilansir Media Indonesia.com dan Regional1kompas.com, peletakan batu pertama proyek pembangunan masjid terapung tersebut dilaksanakan oleh Wali Kota Palu Rusdy Mastura, berlokasi di Pantai Talise kota Palu pada hari rabu 19 Januari 2011. diperkirakan akan selesai ahir bulan Juli tahun ini juga (2011).

Masjid terapung kota Palu ini diberi nama Argam Bab Al Rahman rencanya memiliki luas 121 meter persegi yang bisa memuat jamaah sebanyak 150 orang, satu lantai saja dengan empat menara, lokasinya berjarak 30 meter dari bibir pantai. Sesuai gambar maket, masjid ini seolah-olah mengapung di atas air laut dengan dikelilingi pemandangan Teluk Palu.

Masjid Argam Bab Al Rahman memang tak sebesar dan seluas rencana masjid Masjid Al-Alam di kota Kendari, namun ada satu hal yang sangat menarik dari pembangunan masjid terapung di kota Palu ini. Keseluruhan biaya pembangunan masjid ini ditanggung oleh Muhammad Hasan Bajamal, pengusaha sukses yang memiliki sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Palu.

Menurut Muhammad Hasan Bajamal, pembangunan masjid ini adalah untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17. Penyebar Islam dari Tanah Minang, Sumatera Barat itu pertama kali menginjakkan kaki di Kampung Lere, yang berada di lokasi sekitar pembangunanmasjid Argam Bab Al Rahman sekarang ini. Nama Dato Karama sendiri sudah diabadikan menjadi nama Sekolah Tinggi Agama Islam di Palu.

Sedangkan Kepala Bagian Humas Pemkot Palu, Akram, berharap dengan adanya masjid terapung ini suasana masyarakat lebih religius. dan akan menambah daya tarik wisata religi.