Senin, 31 Januari 2011

Masjid Darul Khidmah Sidogiri (DKS) – Cikarang


Masjid Darul Khidmah Sidogiri di Cikarang, Kampung Pamahan, Cikarang Timur.

Alamat dan Lokasi Masjid

Masjid Darul Khidmah Sidogiri (DKS)
Kampung Pamahan
Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur
Kabupaten Bekasi 17550, Jawa Barat
Koordinat Geografi :  6°17'31.77" S 107°10'47.48" E

Masjid DKS ini berada di kampung Pamahan, Cikarang Timur. Lebih dekat diakses dari simpang Bapelkes Lemah Abang, melewati jalan simpangan menuju ke Kali Malang. Ada angkot (angkutan kota) yang rutin melewati rute tersebut dan melewati masjid ini.

Bagi anda yang tinggal di perumahan Cikarang Baru Sektor Graha Asri, masjid ini dapat di capai sekitar lima menit berkendara dari gerbang Graha Asri  ke arah pamahan/kali malang. Di Google maps dan Google Earth masjid ini masih belum eksis.


View Masjid Darul Khidmah Sidogiri in a larger map

Masjid ini merupakan bagian dari program Darul Khidmah Sidogiri (DKS) di kawasan Cikarang. Sidogiri adalah pondok pesantren yang berpusat di Pasuruan, propinsi Jawa Timur. Alumni nya yang tersebar di wilayah Jabotabek kemudian sering melakukan silaturrahim antar sesama alumni pondok sampai kemudian berkeinginan membangun tempat permanen sebagai tempat pertemuan sekaligus sebagai bentuk bakti kepada masyarakat melalui jalur pendidikan agama gratis.

Ada tiga tempat yang semula menjadi alternatif pendirian DKS ini. Cikarang (pamahan), Karawang dan satu tempat lainnya. Sampai kemudian para sepuh ponpes Sidogiri memilih kampung Pamahan untuk pembangunan Darul Khidmah Sidogiri ini.

Nuansa Arsitektural Maroko sangat kental di masjid ini, dengan menara tinggi berdenah segi empat, ditambah dengan kubah besar di atap masjid serta lengkungan lengkungan jendela dan pintu. Pertama kali melihat masjid ini sempat mengira bahwa masjid ini dibangun oleh pemerintah Maroko, namun ternyata saya salah, karena ternyata dibangun oleh para alumni ponpes Sidogiri.
Tahun 2008 lalu pembangunan masjid di mulai di kampung Pamahan, dengan tujuan utama adalah memberikan pendidikan agama Islam bagi anak anak muslim warga sekitar secara gratis. Hasilnya kini 300-an anak anak hingga remaja setiap sore berkumpul di masjid ini mulai dari belajar mengaji hingga belajar tauhid.

Tak sebatas anak anak, kini ibu ibu sekitar masjid pun menikmati manfaatnya melalui pengajian khusus untuk ibu ibu di masjid ini yang diselenggarakan secara rutin tiap hari Sabtu, Ahad dan senin. Setidaknya 34 ibu ibu sudah bergabung dalam pengajian rutin ini.

Nuansa Maroko di kampung Pamahan ::: para santri ponpes sedang asik bercengkrama di teras masjid di sore hari sembari menunggu beduk magrib tiba.
Menurut Ustadz Faturrahman yang mengelola DKS Cikarang bersama 3 Ustadz muda lain nya. Masjid DKS ini juga akan dilengkapi dengan bangunan madrasah yang sedang dalam tahap konstruksi. Konstruksi baja untuk gedung madrasah sudah berdiri kokoh di sebelah timur masjid.  Di lokasi yang sama juga sudah dilengkapi dengan tempat tinggal untuk 4 Ustadz Muda pengelola DKS Cikarang ini.

Arsitektur Masjid

Ketika pertama kali melihat bangunan masjid ini sempat terbesit dugaan bahwa masjid ini dibangun dari sumbangan pemerintah atau donatur dari Maroko. Mengingat arsitekturalnya yang sangat kental dengan nuansa Maroko. Mulai dari menara segi empat ber ornamen, hingga kerawang diatas jendela dan pintu.

Interior Masjid dan suasana bakda Magrib
Tapi dugaan itu ternyata salah ketika berbincang dengan Ustadz Faturahamn di teras masjid bakda sholat Isya’, karena ternyata masjid ini dibangun dari dana yang dihimpun dari para alumni pondok pesantren Sidogiri.

Ukuran masjid ini memang tak terlalu luas. Empat sokoguru menjadi tiang penyanggah kubah utama. Bagian dalam kubah dilukis dengan nuansa langit biru lengkap dengan awan putihnya. Sementara sokogurunya di lukis dengan gaya retakan batu pualam. Lantai majid ditinggikan sekitar satu meter dari permukaan tanah disekitarnya.

para calon pemimpin ummat di masa depan ::: Inya Allah.
Sisi timur masjid dilengkapi dengan tangga lebar menuju masjid. Di sore hari menjelang magrib anak anak sanntri yang masih belia bercengkrama di tangga masjid ini sambil menunggu beduk magrib tiba. Suasana yang tentunya dirindukan oleh setiap orang tua muslim terhadap anak anak mereka, anak anak yang mencintai masjid, agama dan rosulnya, insya Alloh juga akan mencintai orang tua, saudara, bangsa dan negaranya.

Sukses selalu untuk Ponpes Sidogiri.

--------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Timur Lain-nya


Masjid Jami’ Nurul Huda – Cilangkara

#Masjid_Masjid_di_kabupaten_Bekasi

Sisi utara Masjid Nurul Huda

Alamat & Lokasi Masjid Nurul Huda

Masjid Jami’ Nurul Huda Cilangkara
Kp. Cilangkara RT10/05
Jln. RH. Hasan Bondan. Desa Cilangkara
Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi
Jawa Barat

Dari SPBU di pasar Serang ada jalan masuk ke arah kampung Cicau’, mengikuti jalan ini tanpa belok akan sampai ke pertigaan jalan di kampung Cilangkara, ambil belokan ke kiri ke arah komplek pemkab Bekasi, masjid ini ada disebelah kanan jalan.


View Masjid Nurul Huda - Cilangkara in a larger map

Singgah ke Masjid Nurul Huda Cilangkara

Sore pulang kerja, terjebak di kemacetan parah ruas jalan antara pasar sentral Lippo Cikarang hingga ke pasar Cibarusah, membuatku lebih memilih belok kekiri di persimpangan samping SPBU setelah pasar Serang. Melewati kawasan perbukitan terbuka daerah Cicau’, tempat mangkal anak anak muda menikmati matahari tenggelam disana.

Jalanan yang di cor beton mulai rusak, beberapa bagian bahkan rusak parah, amblas atau bahkan sudah kehilangan bekas beton nya sama sekali. Jalan lulus menikmati udara sore, sesekali ada truk melintas, harus extra hati hati dijalanan sempit dan berkelok.

sebelah kiri adalah kediaman Kang Isak yang dijadikan tempat anak anak belajar mengajai, tengah adalah masjid Nurul Huda, paling kanan adalah tempat wudhu hasil dari progam PNPM. 
Tiba di kampung Cilangkara ketika azan magrib mulai terdengar bersahut sahutan dari masjid ke masjid. di pertigaan lalu belok kiri setelah tanya tanya ke tukang sate yang mangkal disana ahirnya tiba di depan masjid Nurul Huda, ketika anak anak kecil sedang rebutan berwudhu sambil bercanda ria, sesekali mereka tertawa riang ketika cahaya blits kamera saku ku menerpa mereka.

Sedang dalam pembangunan

Masjid Nurul Huda kampung Cilangkara kini sedang dalam tahap pembangunan. Bentuk fisik masjid sudah terlihat kokoh, lantai dan dinding sudah dilapis keramik 60x60cm. Kubah dan sudah tebentuk. 4 sokoguru masjid penopang atap juga sudah rapi. Masjid ini kini masih membutuhkan dan cukup besar untuk menyelesaikan tahap ahir pembangunan. Finishing masjid tak cukup dengan hanya 10 atau 20 juta.

Interior ::: Meski belum sepenuhnya selesai karena masih butuh sentuhan ahir, namun kemegahan interior masjid ini sudah tampak jelas dengan empat sokoguru dari beton bundar menopang atap cornya tempat bediri megah kubah utama di tengah atap masjid.
Sholat magrib disini cukup tenang, di tengah kampung yang jauh dari kebisingan dan polusi, tenang dan nyaman. Masjid belum ada jendelanya masih terbuka, angin sore semilir masuk ke dalam, tak perlu kipas angin apalagi penyejuk udara. Sholat magrib dengan jemaah tiga shaf panjang, plus anak anak, cukup ramai untuk ukuran kampung yang jauh dari kawasan industri seperti Cilangkara.

Sudah 300 juta lebih (tepatnya Rp. 376.025.350) sudah dihabiskan untuk membangun masjid ini hingga tanggal 28 Januari 2011. Kas masjid ini pada tanggal tersebut Rp. 18.853.650. Tentunya masih banyak dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masjid ini hingga tuntas. Sejauh ini dana pembangunan masjid ini masih berasal dari swadaya masyarakat setempat.

Megah di bawah sinar temaram senja yang perlahan jatuh di Cilangkara
Meski tak jauh dari kantor Bupati Kabupaten Bekasi, aliran air PDAM belum sampai ke kampung ini. Air untuk keperluan masjid disuplai dari sumur pompa hasil program PNPM termasuk bangunan tempat wudhu di depan masjid. sementara di halaman depan masjid ada beberapa makam, mungkin makam para sepuh dan pendiri masjid.

Pengajian anak anak

Bakda magrib, puluhan anak anak sudah berkumpul di teras rumah Kang Isak yang bersebelahan dengan masjid, untuk belanjar mengaji. Bukan hanya sekedar belajar membaca Al-Qur’an, Kang Isak, ustadz muda ini juga memberikan pendidikan Tauhid untuk murid murid nya yang memenuhi teras rumah sederhananya ini saban malam bakda magrib tanpa harus membayar sepeserpun alias gratis. Sebuah pengabdian luar biasa di jaman serba uang ini masih ada yang mau merelakan waktu, tenaga dan ilmunya Lillahita’ala.

disisi depan masjid di dekat papan namanya itu ada beberapa makam muslim setempat
Beliau dibantu oleh beberapa anggota remaja masjid untuk mengajar mengaji bagi adik adik mereka di masjid ini. Satu diantaranya adalah kang Subur yang menemaniku sejak pertama tiba di masjid ini. Mahasiswa UIN Bandung ini memang sedang libur kuliah pulang ke kampungnya dan memanfaatkan waktu libur bergabung bersama beberapa rekan rekan remaja masjid membantu Kang Isak mengajar anak anak.

Melihat anak anak kecil ini mengaji jadi ingat kampung halaman nun jauh di pulau Sumatera sana. Dulu semasa kecil pun belajar mengajinya tak jauh berbeda dengan suasana ini. Guru ngaji yang tak bergaji padahal notabene menjadi ujung tombak bagi pembinaan generasi muda Islami di masa mendatang.

Semoga saja ketika suatu saat nanti aku singgah lagi ke Masjid ini. Masjid Nurul Huda Cilangkara sudah menjelma menjadi sebuah masjid yang megah dan makmur. Makmur masjidnya, makmur jemaahnya dan makmur pula masyarakat sekitanya. Amin.

Video Masjid Nurul Huda Cilangkara


Aktivitas anak anak Cilangkara belajar mengaji di teras rumah Kang Isak di samping masjid Nurul Huda Cilangkara.

Foto Foto Masjid Nurul Huda Cilangkara

Dari arah pintu timur
Sisi utara
Mari mengaji di teras rumah Kang Isak
Here's the Masjid, Mari Magriban

Sabtu, 29 Januari 2011

Masjid At-Taqwa – Kantor BPN Cikarang

Menara Masjid At-Taqwa
Yang pernah berkunjung ke Lippo Cikarang pastinya cukup familiar dengan menara ini. Ya, menara ini adalah menara masjid Attaqwa. Menara yang dibangun di bagian atap gedung Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi di Lippo Cikarang. 

Menara yang cukup menarik perhatian karena bentuk dan warnanya yang mirip menara istana istana negeri dongeng. Ketiadaan bulan sabit ataupun lafaz Allah di puncak menara ini membuat sangsi siapapun yang pertama kali melihatnya. apakah benar itu menara sebuah masjid. Entah kenapa, menara masjid ini tak dilengkapi dengan lambang Bulan sabit ataupun lafaz Allah.


Alamat  dan Lokasi Masjid At-Taqwa

Masjid AtTaqwa berada di dalam lingkungan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di kawasan Lippo Cikarang.  Masjid Attaqwa menjadi salah satu dari dua masjid di dalam kawasan Lippo Cikarang setelah masjid Syfa Budi di Kawasan industri Hyundai Lippo Cikarang.


Untuk mencapai masjid ini cukup mudah, berikut rute angkutan umum menuju Masjid At-Taqwa :

(1). Dari terminal Cikarang dapat menumpang angkutan kota K17 berstiker Lippo-Cikarang di kaca depan/beIakangnya, turun di halte depan gedung Exs Lippo Bank yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Siloam.

Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi, Masjid At-Taqwa berada
di belakang gedung ini
(2). Dari Arah karawang naik 3/4 turun di Stasiun Lemah Abang lalu menyeberang rel naik Angkot K-33 jurusan ke Lippo Cikarang. turun di halte depan gedung Exs Lippo Bank yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Siloam.
(3). Dari Bekasi naik Elp K45 [bekasi barat] atau Elf K50 [Bekasi timur] lewat tol cikarang turun di perempatan pintu tol Cikarang Barat/Lemah Abang. Lanjutkan dengan naik angkot K17/33 ke Lippo Cikarang. Turun di halte depan gedung Exs Lippo Bank yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Siloam.
menara masjid dilihat dari menara luncur
waterboom Lippo Cikarang
(4). Dari Jonggol/Cilengsi/Citeureup naik mobil  jurusan Cibarusah [ada mobil ¾ agung jaya/omprengan]. Dari cibarusah naik K17 turun di lampu merah Lippo dari lampu merah ke dalam naik ojeg/angkot K33/17 turun di halte depan gedung Exs Lippo Bank yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Siloam. 
(5). Dari UKI naik mobil Mayasari Jurusan cikarang yang lewat Tol cikarang barat turun di lampu merah/pintu tol terus naik Angkot K17/33 turun di halte depan gedung Exs Lippo Bank, bersebelahan dengan Rumah Sakit Siloam. 
 
Dari halte di depan gedung exs Bank Lippo, tinggal menyeberang menuju jalan akses bagi pengendara motor ke Mall Lippo Cikarang. Gedung BPN Cikarang ada disebelah kanan jalan, Masjid At-Taqwa berada di bagian belakang Gedung Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi. 
 
Lantai dasar dari gedung BPN ini juga difungsikan sebagai masjid saat jamaah membludak, terutama di hari jum’at dan acara acara tertentu yang diselenggarakan di Masjid ini. Dan Isinya Alloh supir angkot sudah faham lokasi masjid ini.

puncak atap masjid
Pembangunan Masjid At-Taqwa

Berdasarkan batu prasasti pembangunan masjid yang dipasang di tembok bagian luar tempat wudhlu wanita, masjid At-Taqwa & Pendopo Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi ini diresmikan penggunaannya pada tanggal 2 Desember 1999 bertepatan dengan tanggal 25 Sya’ban 1420 Hijriah oleh Prof. Dr. Ir. H.M. NAD DARGA TALKURPUTRA atas nama Kepala Badan Pertanahan Nasional, bersama dengan Bupati Kabupaten Bekasi H. WIKANDA DARMAWIJAYA dan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Propinsi Jawa Barat, Ir. MASRI ASYIK.

Arsitektur Masjid At-Taqwa

Bangunan utama masjid At-Taqwa ini sebenarnya tidaklah terlalu besar, hanya satu lantai dilengkapi dengan lantai mezanin khusus untuk jemaah wanita. Namun kapasitas masjid ini dapat menampung jamaah berkali kali lipat dari kapasitas aslinya karena dilengkapi dengan bangunan pendopo dengan ukuran sedikit lebih besar dari bangunan masjidnya sendiri.

Dan ditambah lagi dengan lantai dasar gedung BPN sayap timur dan sayap selatan. Membuat masjid ini memiliki daya tampung yang cukup besar untuk mengakomodir jemaah sholat jum’at bagi karyawan perusahaan perusahaan di kawasan sekitar serta penghuni perumahan yang beragama Islam.

Pendopo Masjid At-Taqwa sesaat menjelang azan Magrib
Di hari Jum’at, untuk menampung jemaah, takmir masjid bahkan menggelar tempat tambahan di areal parkir yang sudah diberi atap permanen di sisi barat masjid. Bangunan tempat parkir ini pun cukup luas, sebanding dengan luas keseluruhan bangunan masjid ditambah dengan pendoponya.

Suasana dimasjid ini cukup menenangkan, jauh dari bising lalu lintas dan keramaian, meski letaknya hanya “sepelemparan batu” dari Mall Lippo Cikarang. Suasananya juga ditingkahi oleh gemercik air dari dua pancuran di kolam ikan kecil di sekitar masjid.

Pendopo Masjid dari sudut yang lain
Lantunan azan dan merdunya alunan bacaan ayat Al-qur’an dari Imam Masjid At-Taqwa ini menambah betah sholat di masjid satu satunya di kawasan Lippo Cikarang ini. Kegiatan di masjid ini cukup beragam, beberapa kajian Islam rutin diselenggarakan diisi oleh para da’i yang berkualifikasi.


Video Masjid At-Taqwa


berikut sepotong azan magrib di masjid At-Taqwa


Foto foto Masjid At-Taqwa

Menara kecil masjid di latar belakang, dibagian depan adalah koridor
penghubung antara pendopo dan masjid
Lampu tembok di Masjid At-Taqwa
Mihrab masjid dilengkapi kaligrafi ayat kursi di bagian atas nya
Menara dan atap pendopo Masjid
Prasasti pembangunan masjid
Salah satu sudut di lantai dasar gedung BPN Cikarang sebelah utara
foto masjidil haram tersebut dipasang di dinding sisi selatan

Masjid Al-Mujahiddin – Jababeka, Cikarang

Masjid Al-Mujahidin Kawasan Industri Jababeka 1

Masjid Al-Mujahiddin berada di dalam kawasan industri Jababeka I, Cikarang, salah satu kawasan industri terbesar di dunia. Lokasi masjid ini berseberangan dengan pabrik PT. Matel Indonesia di Jababeka I. Perusahaan Amerika yang bergerak di bidang pembuatan boneka Barbie yang begitu terkebal keseluruh dunia itu.

Tidak ada angkutan umum menuju masjid ini. Bila anda menggunakan kendaraan pribadi, masuk ke kawasan industri Jababeka I, melewati SPBU di sebelah kanan, dan hotel Grand Cikarang disebelah kiri. Setelah melewati jembatan lewati pertigaan pertama dan menjelang perempatan, ambil jalur kanan untuk kemudian berbelok ke kanan. Tetap di jalur kanan dan berputar haluan di U-turn pertama, berbalik arah, ambil jalur kiri karena anda sudah dekat dengan lokasi masjid.

Masjid Al-Mujahidin
Jalan Jababeka, Kawawan Industri Jababeka I, 
Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat




Tukang Ojek yang mangkal di gerbang kawasan rata rata sudah hafal lokasi masjid ini. Kalaupun tukang ojek yang anda pilih tak tahu lokasi ini, bisa ganti dengan yang lain atau minta tolong kepada rekan nya untuk memetakan lokasi masjid ini padanya. Ada baiknya untuk membicarakan besaran ongkos sebelum menggunakan jasa ojek.

Pembangunan Masjid

Berdasarkan prasasti pembangunan masjid yang dipasang di tembok dalam bagian depan sisi kiri masjid, disebutkan bahwa masjid ini diresmikan pada tanggal 13 Mei 1994 oleh (Alm) H. Sudwikatmono selaku presiden komisaris PT. Kawasan Industri Jababeka, waktu itu.

Tanda pembangunan Masjid 

Layaknya masjid yang berada di tengah kawasan industri, jemaah masjid ini tentu saja sebagian besar adalah para karyawan yang bekerja di perusahaan perusahaan tenant yang berlokasi di sekitar masjid tersebut. Masjid ini menjadi satu satunya masjid yang pernah dibangun oleh Jababeka bagi para tenant-nya di Kawasan Industri Jababeka.

Karenanya menjadi wajar bila kapasitas masjid ini tidak lagi mampu menampung jemaah dari karyawan perusahaan yang berlokasi disana yang sudah mencapai ratusan perusahaan lokal dan mancanegara. Beberapa perusahaan besar yang bermukim disana membangun sendiri masjid bagi karyawan mereka di lingkungan perusahaan masing masing.

Mimbar Masjid Al-Mujahidin Jababeka, tanpa ruang mihrab

Sementara karyawan dari perusahaan yang tak memiliki masjid sendiri, sebagian besar melakukan sholat Jum’at di masjid masjid disekitar kawasan, yang Alhamdulillah turut kecipratan rejeki dengan kehadiran jemaah karyawan perusahaan perusahaan yang sholat di masjid masjid tersebut.

Arsitektur Masjid Al-Mujahiddin Jababeka I

Masjid Al-Mujahiddin dibangun dengan arsitektur asli Indonesia. Atap limas bersusun tiga tapi tanpa sokoguru di dalam masjid. Keseluruhan struktur atap ditopang oleh tiang tiang dan dinding keliling masjid, memberikan bukaan yang lebar di dalam masjid.

Masjid ini dirancang seperti sebuah pendopo terbuka, tanpa dinding beton yang solid.

Selain itu Masjid Al-Mujahiddin di rancang sebagai masjid terbuka dalam artian sebenarnya. Karena masjid ini sama sekali tak memiliki dinding solid, melainkan menggunakan dinding dari jalinan teralis berpola. Ditambah dengan atap yang cukup tinggi, sehingga penyejuk udara ataupun kipas angin tak terlalu diperlukan untuk menjaga suhu di dalam masjid.

Hanya dinding di bagian depan (arah kiblat) yang dibangun menggunakan bata dan semen. Itupun tak menutup keseluruhan permukaan, hanya setinggi sekitar 2 meter setengah. Keseluruhan tembok bagian depan ini ditutup dengan batu alam, memberikan kesan alami dan sejuk di dalam masjid.

Kaligrafi Asma'ul Husna ditulis mengitari ruangan Masjid ini 

Tak ada ruang mihrab. Imam mengambil tempat di antara dua tiang sentral masjid, disamping mimbar untuk khotib menyampaikan khutbah jum’at. Tempat sholat untuk jemaah wanita diletakkan di shaf paling belakang dengan penyekat dari kayu yang dapat dipindahtempatkan kapanpun.

Tembok atas sekeliling masjid bagian dalam di hias dengan kaligrafi 99 asma Allah. Dan satu hal yang menjadi cirri khas masjid ini adalah lampu gantungnya yang dipasang di bawah kubah limas. Bukan lampu gantung pesanan yang terbuat dari Kristal seperti kebanyakan masjid lain nya. Melainkan rangkaian bola lampu yang di susun di panel dengan kerangka baja bercat putih senada dengan cat plafon masjid yang keseluruhannya di cat berwarna putih.

Sisi barat, menghadap ke jalan raya.

Masjid Al-Mujahidin terletak di sebelah timur jalan raya, sehingga halaman depan masjid di sisi jalan raya praktis tidak dapat digunakan sebagai area tambahan untuk menampung jemaah ibadah sholat jum’at yang membludak. namun halaman masjid di sisi barat yang tak seluas halaman di sisi barat, sudah dirapikan menggunakan paving blok, dan biasa dipakai sebagai tempat sholat tambahan di hari Jum’at.

Kegiatan masjid ini di peringatan hari hari besar Islam kebanyakan ditujukan kepada pembinaan kanak kanak sebagai generasi masa depan. Beragam perlombaan yang diselenggarakan oleh takmir masjid untuk murid murid sekolah Islam seputar Cikarang, turut memberikan warna untuk memacu prestasi bagi penyiapan generasi Islami di masa mendatang.

--------------------------------

Jumat, 28 Januari 2011

Masjid Kemitraan Baitul Amanah - Mapolres Metro Bekasi Kabupaten

Masjid Kemitraan Baitul Amanah - Mapolres Metropolitan Bekasi Kabupaten di Jababeka (lihat foto di Panoramio)

Alamat dan Lokasi Masjid Baitul Amanah

Markas Kepolisian Resort Metropolitan Bekasi Kabupaten
Jalan Ki Hajar Dewantara, Kota Jababeka
Cikarang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Memasuki gerbang 5, kota Jababeka (Cikarang Baru) bangunan pertama yang terlihat disisi kanan jalan adalah masjid Baitul Amanah ini yang berada di dalam komplek Mapolres Metro Bekasi Kabupaten.


Pembangunan Masjid

Di tahun 2008 masjid ini masih dalam proses pembangunan. Kala itu petinggi Polrestro Bekasi Kabupaten mengundang masyarakat untuk menunaikan ibadah sholat Idul Fitri bersama Bupati dan Wakil Bupati Bekasi di lapangan Mapolres Metro Bekasi Kabupaten di kota Jababeka.

Di latar belakang foto terlihat masjid Baitul Amanah yang masih dalam pengerjaan

Sholat Idul Fitri 1429 H / 2008 Bareng Bupati Bekasi. Dan moment tersebut juga dijadikan ajang penggalangan dana untuk menyelesaikan pembangunan masjid Baitul Amanah Polrestro Bekasi Kabupaten. Saat itu masjid Baitul Amanah yang masih dalam tahap penyelesaian. Bentuk masjid sudah terlihat, meski belum sempurna.

Penggalangan dana. Di kejauhan terlihat dua orang panitia sedang mengumpulkan donasi dari para jemaah sholat Idul fitri 1429H bagi pembangunan masjid yang tampak di belakang jemaah.

Kini masjid Baitul Amanah sudah terlihat indah dan megah di dalam komplek Polres Bekasi Kabupaten. Menjadi salah satu fasilitas di lingkungan Mapolres Metro Bekasi Kabupaten.

Mapolres Metro Bekasi Kabupaten (lihat foto di Panoramio)

Semoga kehadiran masjid megah ini di lingkungan markas besar kepolisian kabupaten Bekasi ini akan memberikan kontribusi terbaik bagi terciptanya anggota kepolisian yang benar benar amanah (sebagaimana nama masjin ini) dalam menjalankan tugas mereka untuk melayani dan melindungi masyarakat. Amin.

-----------------------ooOOOoo-----------------------


Baca Juga Artikel Masjid Masjid Di Cikarang Lain nya