Jumat, 23 Desember 2011

Masjid As-Salam Pasar Serang – Cikarang

Masjid As-Salam Pasar Serang, Cikarang Selatan

Bila anda sedang berada disekitar pasar Serang – Cikarang ketika waktu sholat tiba, masjid ini bisa menjadi alternatif untuk disinggahi. Disamping masjid ini juga berdiri sebuah pendopo terbuka yang juga bisa dipakai untuk duduk santai beristirahat melepas lelah.

Masjid Assalam berada tak jauh dari Pasar Serang – Cikarang, beberapa puluh meter setelah melewati pasar Serang, sebelum sampai ke POM bensin pasar Serang dan belokan ke arah kantor Pemda Kabupaten Bekasi, Masjid Assalam berada disisi kiri jalan ke arah Cibarusah.

Masjid Jami As-Salam
Jl. Raya Serang Cibarusah,Cikarang
Desa Serang, Kec. Cikarang Selatan.
Kab.Bekasi, Jawa Barat 17530




Ukuran bangunan utamanya sebenarnya tak terlalu besar namun kemudian ditambahkan bangunan tambahan dibelakangnya. Oh ya, Masjid Assalam ini berada di sisi timur jalan Raya Cikarang – Cibarusah jadi dengan sendirinya sisi Mihrab Masjid ini menghadap ke jalan raya.

Interior Masjid As-Salam Pasar Serang, Cikarang Selatan.

Bangunan utamanya berupa bangunan kubus beratap limas bersusun tiga seperti kebanyakan masjid masjid tradisional khas Indonesia. Struktur rangka atapnya dirancang cukup kokoh hingga tidak membutuhkan sokoguru di tengah masjid untuk menopang struktur atap.sehingga ruang tengah masjid ini terasa lebih lega tanpa ada tinag penopang.

Bangunan Mihrabnya yang cukup unik dibangun cukup tinggi dengan atap cor dilengkapi dengan satu kubah bawang. Yang membuat masjid ini menjadi lebih luasa adalah bangunan tambahan di sisi kiri kanan dan belakangnya. Bangunan tambahan yang terbuka tanpa dinding.

Area tambahan dibelakang bangunan utama.

Area tambahan disisi belakang jauh lebih luas dari bangunan utamanya sendiri. Sangat lega untuk menampung jemaah yang membludak di hari Jum’at. Di bagian belakang masjid ini juga dilengkapi dengan bangunan berlantai dua untuk madrasah, berdempetan dengan tempat wudhu dan toilet. Masih tersisa lapangan terbuka cukup lega diantara geung madrasah dan Masjid disisi belakang.

Dan, sepertinya masjid ini sudah cukup tua walaupun bangunannya yang kini berdiri tampak sebagai bangunan baru, di sisi selatan dan di barat masjid (sisi jalan raya) terdapat cukup banyak makam kaum muslimin terdahulu.

Teras utara masjid As-Salam, bangunan yang tampak disebelah adalah bangunan pendopo disamping masjid.
Dari sudut ini terlihat jelas atap masjid yang berbentuk limas bersusun tig akhas Indonesia. Di sisi kiri tampak makam kaum muslimin. Foto dari lantai dua bangunan sekolah.
Bangunan madrasah dibelakang masjid, sedang dalam proses penyelesaian. Di sisi kiri adalah bangunan tempat wudhu dan toilet.
Bangunan utama masjid As-Salam

-----------------------ooOOOoo-----------------------

Baca juga artikel masjid masjid Cikarang lainnya


Kamis, 22 Desember 2011

Masjid Al Muawanah, Rawa Banteng, Cikarang Timur

Masjid Al-Muawanad Rawa Banteng dilihat dari arah Masjid Jami' Al-Mujahidin.

Kampung Rawa Banteng bersebelahan dengan kawasan pengembangan baru Jababeka di Cikarang. Elevasi kampung Rawa Banteng terlihat lebih tinggi dari Kawasan perumahan jababeka permukaan tanah di kampung ini yang lebih tinggi di gali untuk diratakan dengan permukaan lahan Jababeka lainnya, tanah dari sana diangkut untuk dijadikan tanah urukan di lahan lain yang lebih rendah. Berdiri di salah satu sudut kampung Rawa Banteng memberi pemandangan cukup menarik menghadap ke Perumahan Jabebeka diterpaan angin semilir karena lokasinya yang menjadi jauh lebih tinggi.

Lokasi & Alamat Masjid Al-Muawanah

Kampung Rawa Banteng RT 001/04
Desa Sertajaya, Kecamatan CIkarang Timur
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat




Tentang Masjid Al-Muawanah Rawa Banteng

Dari kejauhan, kubah masjid ini terlihat begitu anggun diantara hijaunya pepohonan di kampung rawa banteng. Foto diatas dan  foto lainnya di abadikan pada bulan Maret dan Desember 2011.  

Masjid Al-Muawanah ditengah kampung Rawa Banteng.

Menurut plakat pembangunan masjid yang dipasang di dinding luar masjid di sisi jalan disebutkan bahwa masjid ini dibangun atas bantuan dari Bulan Sabit Merah Qatar tahun 2009 yang lalu. Di lokasi masjid ini juga berdiri Pondok Pesantren Yatim Piatu dengan nama Pesantren Yatim Al-Muawanah.

Pondok Pesantren Al-Muawanah dibina oleh Ust. Mustofa, Saat ini membina 20 an santri yatim dan dhuafa. Tanggal 23 Desember 2011 pnopes ini di ramaikan oleh siswa siswi dari Sekolah Islam Al-Ichwan Pasir Gombong yang menyelenggarakan acara latihan dasar kepemimpinan siswa (LDKS) dan menginap di ponpes ini.

Masjid Al-Muawanah di malam hari

Akses menuju ke Masjid Al-Muawanah

Akses menuju masjid Al-Muawanah sekarang sudah lebih mudah seiring dengan selesainya pembangunan prasarana jalan di kawasan baru Jababeka yang sedang dipersiapkan disekitar bakal stadion Kabupaten Bekasi di Kawasan Jababeka di ujung jalan cluster Tropikana setelah melewati Jembatan, belok ke kanan.  

Bisa juga di capai dari jalan Simpangan menuju Kali Malang, dari arah Bapelkes Lemah Abang, setelah melewati proyek pembangunan Stadion ada ruas jalan belok ke kanan, itu adalah jalan H. Ucik Sanusi, masuk ke Kampung Rawa Banteng, ikuti jalan tersebut sampai di Masjid Al-Mujahidin Rawa Banteng, lihat ke sebelah kiri jalan di kejauhan telihat kubah masjid Al-Muawanah diantara rindang pepohonan seperti pada Foto di atas. Di Google Maps masjid ini belum eksis, tapi saya berikan penanda di lokasinya saat ini.

Selamat berkunjung.

Plakat pembangunan masjid Al-Muawanah
Dipandang dari Masjid Al-Mujahidin 
Mungil dengan kubah bewarna pink ditengah tengah kampung
-----------------------ooOOOoo-----------------------

Baca Artikel Masjid Masjid Cikarang Lainnya


Selasa, 06 Desember 2011

Masyarakat Cambridge Merindukan Kehadiran Sebuah Masjid


Sebuah masjid direncanakan akan dibangun di Cambridge. Bangunan tiga lantai di bekas gudang Robert Sayle di jalan Mill ini akan memakan biaya total 13 juta Pondsterling.

Hingga saat ini, uang untuk pembangunan berasal dari penggalangan dana sebanyak 4,5 juta Pondsterling. Mayarakat percaya, dana akan mengalir dengan cepat jika izin mendirikan bangunan sudah diperoleh.

Sarah Elgazzar, juru bicara Cambridge Moslem Akademic Trust, mengatakan izin pendirian bangunan adalah kunci utama dalam pembangunan masjid ini. Konsultasi izin kepada dewan kota masih akan berlangsung hingga 14 Desember.

"Masyarakat telah melakukan banyak hal selama empat tahun terakhir. Mereka menyiapkan rencana dan mencoba untuk memperoleh hak mendirikan bangunan. Mereka juga telah mengadakan survei tentang bangunan apa yang ingin mereka lihat di jalan Mill," kata dia.

Pembangunan masjid kini sudah memasuki tahap desain. Akan ada ruangan untuk shalat dengan kapasitas seribu orang dan kubah. Fasilitas lain, nantinya akan ada sebuah kafe, tempat belajar mengajar, perpustakaan, kamar mayat, dan dua rumah.

Adanya masjid ini ia berharap bisa bisa meningkatkan semangat keislaman disana. Masjid ini telah dinanti-nantikan oleh masyarakat. Mereka berharap dalam waktu lima tahun, masjid sudah bisa berdiri. Masjid juga akan dilengkapi dengan tempat parkir mobil bawah tanah.

Sebelum ada masjid, komunitas Muslim biasa berkumpul di rumah yang berada di jalan Mawson (Jalan Mawson berjarak tak jauh dari jalan Mill). Namun sayang, rumah itu terlalu kecil. Mereka merencanakan akan membuat satu tempat yang lebih besar lagi. Desainnya sudah dibuat oleh Marks Barfield, desainer yang merancang London Eye. Melalui bangunan ini diharapkan akan semakin menghasilkan energi positif tentang keislaman. 


Senin, 28 November 2011

Masjid Jami Darussalam Griya Persada Indah Cikarang Selatan

lihat di Panoramio

Lokasi Dan Alamat Masjid Jami Darussalam

Komplek perumahan Griya persada Indah
Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat


Komplek perumahan Griya Persada Indah dapat dijangkau dari jalan Cikarang – Cibarusah setelah melewati pasar serang, pom bensin pasar serang lurus ke arah Cibarusah lalu ada simpangan ke kanan pertama setelah pom bensin pasar serang. Ikuti jalan tersebut, komplek perumahan ini ada disebelah kanan jalan.

Masjid Bantuan Liga Muslim Dunia

Di ujung komplek perumahan Griya persada Indah berdiri masjid Jami Darussalam. Masjid ini dibangun di atas lahan fasos/fasom komplek perumahan tersebut atas bantuan dana dari Liga Muslim Dunia Perwakilan Indonesia (Robithah Alam Islami Maktab Indonesia). Plakat pembangunan masjid tak menyebutkan tarikh pembangunan masjid ini namun sepertinya belum terlalu lama selesai dibangun.

Dari jauh
Masjid dengan ukuran tak begitu besar berarsitektur masjid universal lengkap dengan kubah besar di atap masjid dan sebuah bangunan menara terpisah dari bangunan utama masjid. Meski kecil masjid ini dilengkapi dengan kamar mandi dan tempat wudhu untuk jemaah.

Beberapa waktu lalu singgah ke masjid ini menjelang magrib. Jemaahnya lumayan ramai. Bakda magrib giliran anak anak kecil yang meramaikan suasana dengan segala hiruk pikuk dan tingkahnya belajar mengaji.

dari sudut lapangan
dari arah perumahan
dan magrib pun tiba
atap kontemporer
Sisa jemaah magrib
dari balik jeruji jendela

----------ZZZ----------

Masjid Masjid di Cikarang Selatan lainnya


Jumat, 11 November 2011

Masjid Tua Talang Menerai - Gelumbang

Menara Masjid Tua Talang Menerai

Lagi kangen kampung halaman neeh, kali ini sedang ingin nulis salah satu masjid di kampung halaman tercinta. Tak benar benar di kampung halamanku tapi geser sedikitlah ± 5km ke arah utara dari kediaman orang tuaku. Kampung itu aslinya bernama Talang Menerai, Talang adalah sebutan untuk kawasan huma yang luas, dan Menerai adalah nama sepokok pohon besar seperti pohon ara dengan buah kecil kecil jadi pavorit nya burung burung kecil, dulunya pohon itu berdiri kokoh di jalan masuk ke arah “Talang” tersebut.

Lokasi dan Alamat Masjid Tua Talang Menerai

Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang
Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan 31171


Kini Talang Menerai sudah berubah menjadi sebuah Desa bernama Desa Sukamenang, masuk ke dalam wilayah kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Tak ada lagi pohon menerai disana. Huma nan luasnya juga sudah pindah jauuuuh kemana mana.  Warganya pun sudah tak cukup lagi dengan hanya satu masjid. Namun masjid tua, kecil dan sederhana ini masih berdiri kokoh di tengah kampung asli Talang Menerai (hingga tahun 2013), cikal bakal Desa Sukamenang.

Masjid Dusun Talang Menerai Dari dulu orang orang di kampung menyebut nya dengan masjid Dusun Talang Menerai dan mohon maaf sampai sekarangpun aku bahkan belum pernah tahu nama masjid  tua yang satu ini. (lihat di panoramio)

Kenangan masa kecil di sekitar masjid ini Sudah lamaaa sekali, bersama para sepupuku saat masih duduk di Sekolah Dasar, sore hari ngangon sapi milik kakek yang disiapkan untuk kurban Idul Adha. Kala itu masjid ini masih dalam bentuk aslinya tanpa bangunan tambahan di kiri, kanan dan depan nya. Landasan masjid ini memang dibangun lebih tinggi dari permukaan tanah disekitarnya. Tiga pintu utamanya dilengkapi dengan tangga beton.

Masjid Tua Dusun Talang Menerai dari sisi utara (lihat foto di panoramio)

Arsitektur nya mirip dengan bangunan asli Masjid Babussalam Gelumbang. Bangunan masjid dengan atap limas bersusun tiga, empat sokoguru penopang struktur atap berdiri kokoh di tengah masjid, dilengkapi tiga pintu utama di sisi kiri, kanan dan depan nya. Jendela jendela besar melengkapi tiga sisi masjid. Hanya saja bangunan asli Masjid Babussalam Gelumbang sudah dirobohkan sejak tahun 1978 berganti dengan bangunan masjid baru yang sama sekali berbeda.

Begini interior Masjid Tua Talang Menerai ini. Bersahaja. dengan 4 sokoguru,mihrab dan mimbar sederhana dengan lantai keramik putih.

Pada dasarnya masjid ini, merupakan replika sederhana dari Masjid Sultan di Palembang. Kusebut replika sederhana karena memang ukurannya lebih kecil, ornamen interior dan ekteriornya tak semewah masjid Sultan di pusat kota Palembang. Meski aku sendiri tak tahu pasti kapan persisnya masjid ini pertama kali dibangun dan belum menemukan narasumber yang dapat dimintai penjelasan tentang hal tersebut.

Interior Masjid dari sudut yang lain
Dapat difahami bila arsitektural masjid ini dan sebagian besar masjid masjid tua di kawasan Sumbagsel mirip dengan masjid Sultan Palembang, karena memang Keseluruhan wilayah Sumatera Bagian Selatan (propinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jambi & Babel) dulunya memang merupakan bagian dari Kesultanan Palembang. Menjadi wajar bila kemudian masjid masjid di sana memiliki kemiripan dengan masjid pertama yang dibangun oleh Sultan di “bekas” kawasan kraton Kuto Gawang tersebut.

Tepat setahun lalu di bulan November 2010, ketika menyempatkan mampir ke Masjid ini bersama putra kecil ku, sengaja untuk sekedar melepas rindu, Masjid ini sudah mengalami sedikit perombakan meski bangunan aslinya masih dapat dilihat dengan jelas. Teras di kiri kanannya dan bagian depannya dibangun untuk mengakomodir jumlah jemaah. Menaranya yang dulu diluar bangunan masjid kini masuk ke dalam bangunan terasnya.

Pagar dan teras ini adalah bangunan tambahan, tangga masuk ke bangunan utama masjid lama masih dipertahankan.

Tangga di tiga pintu utamanya masih utuh meski jendelanya sudah tidak lagi seperti dulu, sudah diganti dengan kaca nako. Plafon ruang utama masjid juga sudah di tutup dengan triplek. Namun secara keseluruhan aku masih bisa menikmati bentuk asli masjid masjid tua sederhana yang dulu pernah ku kenal di masa kecil ku.

Interior Masjid

dari pintu utara
Sisi perluasan
Empat pilar di dalam masjid

Exterior
  
Atap limas bersusun sangat  khas Nusantara
Bentuknya memang sederhana dengan menaranya yang unik
Lihat juga foto masjid Tua Talang Menerai di Panoramio

Berubah dan Hilang

Tahun 2013 ketika kembali lagi kesana, bangunan masjid yang lama itu sudah menghilang berganti dengan bangunan masjid dengan corak yang mirip namun lebih besar. Hilang sudah salah satu masjid yang akrab dimata sejak masa kecil dulu itu. 

Masjid Tua Talang Menerai di tahun 2013, sudah berubah total

Minggu, 06 November 2011

Masjid di Atap dunia


Masjid-e-Jafria, Dras, Jammu & Kashmir dengan gunung bersalju
di latar belakangnya (foto dari panoramio)
Masjid ini bernama Masjid-e-Jafria berada di daerah Dras, wilayah Jammu and Kashmir, IndiaDras merupakan gerbang menuju LadakhLadakh adalah perhentian terahir bagi para pendaki yang akan menuju ke pegununungan Himalaya, puncak tertinggi di muka bumi. Dras berada di ketinggian 3280 meter dari permukaan laut, menjadikan masjid ini sebagai salah satu masjid di lokasi tertinggi di bumi, “masjid di negeri atap dunia”. Kashmir, Nepal dan Tibet sering disebut sebagai negeri di atap dunia karena saking tingginya.


23 Maret 2011, suhu di Dras mencapai suhu terendah sepanjang 
sejarah hingga minus 60 derajat di bawah nol (foto dari panoramio)
Dras juga tercatat sebagai kawasan dengan suhu terendah kedua di bumi setelah Siberia di Russia. Tanggal 23 Maret 2011 lalu suhu di Dras mencapai rekor baru yang mencapai hingga 60 derajat selsius dibawah nol. Suhu yang benar benar membeku.


View Masjid e Jafria in a larger map

Penduduk Dras mayoritas beragama Islam dan ada sedikit yang beragama Budha. Dras sudah sejak lama terkenal sebagai satu satunya jalur pendakian menuju Ladakh, karena nya kawasan ini sering disebut sebagai “gateway to Ladakh” dan penduduk setempat kerap kali disebut sebagai “the guardians of Ladakh’s gateway”.

Senin, 31 Oktober 2011

Masjid Berselimut Salju di Gulmarg


Masjid di Gulmarg dalam selimut salju yang begitu tebal di musim dingin 
yang beku. Suhu rendah bahkan turut membekukan sungai yang berada
tak jauh dari masjid (foto dari tetongravity.com)

Bagi kita yang tinggal di daerah tropis seperti di Indonesia, memang mustahil untuk menemukan pemandangan seperti foto di atas di tanah air tercinta ini. Ketika musim dingin tiba, suhu yang begitu rendah bahkan membekukan aliran sungai yang tak jauh dari masjid.

Masjid tersebut berada di kota kecil bernama Gulmarg di wilayah Jammu Kashmir, India. Kota ini berada di koordinat 34.05°N 74.38°E di ketinggian 2690 meter dari permukaan laut. Kira kira sejauh 52 Km dari Srinagar, ibukota Propinsi Jammu Kashmir, India.


Lihat Masjid Gulmarg di peta yang lebih besar

Masjid ini menjadi salah satu masjid di lokasi tertinggi di bumi. Selain itu masjid ini juga berada di lokasi dengan suhu rendah yang sangat extrim sepanjang musim dingin hingga mencapai belasan derajat di bawah nol.

Karena keindahan alamnya dengan bukit bukit dan gunung salju serta ketatnya pengamanan dari tentara nasional India di kawasan ini menjadikan kawasan ini sebagai tempat pavorit bagi para pemain ski. Ribuan wisatawan dan petualang datang ke kawasan ini sepanjang tahun untuk bermain ski.


Keberadaan pasukan militer di kawasan ini tak lepas dari konflik antara India dan Pakistan. Wilayah Jammu dan Kashmir memang sudah sejak lama tercabik cabik ke dalam kekuasaan tiga Negara. Sebagian besar masuk ke dalam wilayah India dan Pakistan dan sebagian kecil dari wilayah itu masuk dalam wilayah China.

Pertarungan memperebutkan wilayah tersebut terus berlanjut sejak India lepas dari jajahan Inggris lalu pemisahan Pakistan dari India, menyisakan perseteruan yang tak pernah usai antara dua Negara serumpun tersebut.

Minggu, 30 Oktober 2011

Masjid di Red City, Pink Mountain - Maroko



Sebuah masjid di kota Tafraoute

Tak terbayangkan dimana lokasi masjid yang satu ini ?
Tak perlu dibayangkan deh. Letaknya memang sangat jauh sekali dari Indonesia.

Kota  Tafraoute (dibaca Tafrawt) adalah sebuah kota kecil di kawasan Souss-Massa-DraĆ¢ propinsi TiznitMaroko. Letaknya yang berada di pegunungan Anti-Atlas diselatan Maroko menjadikan kota ini salah satu kota yang cukup sulit untuk dijangkau dengan jalanannya sempit dipegunungan terjal berbatu.


Lihat Masjid di kota Tafraoute di peta yang lebih besar

Kawasan kota Tafrawt ini berada di pegunungan batu dengan warna warni yang menawan, gunung gunung batu di kawasan ini memiliki warna warna alami yang cerah. Dominasi warna pink di sekitar kota dan warna merah yang banyak dipakai untuk mewarnai bangunan disana termasuk bangunan masjid dalam foto diatas menjadikan kota ini kadang kadang disebut sebagai The Red city at Pink Mountain.

Minggu, 16 Oktober 2011

Magriban di Masjid “belum ada nama” di Kampung Jati

Update : 23 Jan 2016

Di plakat yang dipasang di tembok masjid menyebut nama masjid ini dengan nama penyumbangnya, Jemaah yang kuajak ngorol bilang "belum ada namanya", dan seseorang menandai masjid ini di google map dengan nama Miftahul Huda. 
  
Pulang kerja, kepala mumet, pusing dikit, mabok ngliatin angka gak abis abis, jalanan macet tambah bikin ruwet. Belok ahhh, masuk dalam gang ngeloyor entah kemana, ganti suasana.  Aku juga gak faham jalanan kampung yang kulalui, nyasar nyasar dah. 

Alhamdulillah jalanan kecil dalam gang pun sudah dibeton, mulus. Meski banyak polisi tidur.  Tak ada tujuan pasti yang penting ganti suasana dulu, yang penting refresing isi kepala, menikmati suasana senja yang perlahan jatuh, dan yang paling penting nanti jelang magrib kudu nemu masjid buat magriban. Perkara pulangnya lewat mana itu urusan ke dua belas.

Kali ini aku magriban (sholat magrib, maksudnya) di Masjid yang belum dikasih nama, di tepian jalan tembus Cibarusah – Setu. Agak susah aku menjelaskannya kok bisa sampai kesana. Yg pasti tadi sekeluar dari kantor jam lima lewat dikit, pas magrib dan sampai disini.

Lokasi Masjid

Kampung Jati, Desa Suka Sejati
Kecamatan Cikarang Selatan
Kabupaten Bekasi – Jawa Barat

Google Maps


Street View


Lokasinya tak seberapa jauh dari kantor Kepala Desa Suka Sejati. Kampung jati sendiri  berada di ruas jalan hubung antara Cibarusah – Setu. Letaknya diseparuh perjalanan diantara kedua tempat tersebut.

Nama Masjid

Di plakat pendirian masjid yang dipasang di sebelah kanan pintu masuk dari jalan raya Masjid ini sebenarnya diberi nama Masjid Ali Al-Zair Hashat Al-Ahmad. Nama masid yang benar benar tak biasa di lidah orang Indonesia. Karena memang nama itu nama pemberian dari Liga Muslim Sedunia / World Muslim League / Rabithah Alam Islami yang mendanai pembangunan masjid ini. Dan biasanya nama yang dipasang tersebut merupakan nama dari donator tunggal yang menyumbangkan dananya melalui Liga Muslim. Sedangkan pengurus Masjid dan warga muslim kampung Jati belum memberi nama untuk masjid tersebut.

Arsitektur Masjid

Masjid beton, dengan kubah tunggal di atap nya. Satu bangunan menara sederhana yang juga dari beton dibangun terpisah di depan masjid. Interior masjid nya sederhana tidak ramai dengan ukiran ataupun kaligrafi. Tempat wudhu dan toiletnya berada di belakang bangunan masjid.  Bila di lihat dari belakang masjid ini sebenarnya berada diketinggian, tapi hari sudah mulai gelap, azan sudah berkumandang meski terlambat. Aku tak sempat mengabadikannya dari sudut itu.

Masjid Ali Al-Zair Hashat Al-Ahmad.
Jemaahnya ramai oleh anak anak yang belajar mengaji. Jemaah dewasanya ? hmmm Alhamdulillah aku menjadi pria dewasa termuda di kesempatan sholat magrib berjemaah kali itu. Dan Alhamdulillah lagi ketika kami selesai sholat masih ada beberapa jemaah, datang belakangan yang semuanya ABG datang ke masjid naik motor, bercelana pendek, sarungnya di gantung dileher dan baru dipakai setelah wudhu. 

Obrolan di teras Masjid

Tiba waktunya nongkrong…..Diteras masjid ada dua bapak bapak. Aku nimbrungin mereka ikutan ngobrol setelah memperkenalkan diri, mulai deh ngobrol ngalar ngidul. Pak Mirin dan Pak Ani, dua duanya Aseli Kampung Jati. Mereka berdua saling pandang bingung ketika kutanya nama masjid tempat kami nongkrong. “belon ada namaaanya” kata mereka berdua.

Tapi yang pasti,  menurut bapak bapak berdua ini, masjid ini tadinya berada di dalam gang diseberang jalan dari tempatnya sekarang. Namun masjid dari kayu itu sudah mulai lapuk dan terlalu sempit.  Kemudian masjid lama itu dirobohkan, pemilik lahan masjid lama itu kemudian mewakafkan tanahnya yang justru di lokasi yang lebih strategis di tepi jalan raya untuk membangun masjid ini.

Menara sederhana
Dana pembangunan masjid ini dibangun dari dana bantuan Liga Muslim Sedunia / World Muslim League / Rabithah Alam Islami yang berpusat di arab Saudi. Tak sekedar membangun masjid lembaga itu juga membagi bagikan buku, tas, seragam sekolah hingga uang saku bagi murid murid sekolah di sekitar masjid. Seneng banget deh tuh pastinya anak anak.

Karena Setu masih jauh, dari Setu ke rumahku juga masih jauh lagi. Beliau berdua memberiku alternatif jalan pulang potong kompas, lewat jalan kecil disamping kantor kades, nanti ketemu perumahan yang lokasinya sudah deket ke kampung Kandang Roda di Cikarang Selatan. akupun pamitan. Berangkat pulang nyook. Pokonya pas azan Isya nanti udah nemu masjid lagi.

Hmmm. Awalnya jalannya lancar, jalan beton, lalu jalanan berbatu kemudian berubah menjadi jalan tanah, makin sempit, makin gelap gulita dan makin sunyi senyap. Mau putar balik sudah terlanjur jauh. Hajar bleh.  Ketemu lagi jalanan beton tapi ternyata malah jalan buntu mentok di depan masjid kecil, ada anak anak kecil lagi belajar ngaji dan behamburan keluar waktu ku foto..”mang ..mang foto mang kata nya” hihi lucunya.

Ya Allah, Jadikanlah mereka anak anak yang shaleh dan shalehah.
Beruntung masih ada sepasang suami istri yang masih ngaso diteras rumahnya, aku bisa Tanya Tanya. Mereka berdua yang menunjukkan jalan yang kucari. Meski gelap gulita, meski jalanan berbatu, ahirnya sampai juga aku di gerbang belakang sebuah komplek perumahan yang tadi disebut oleh Pak Mirin Dan Pak Ani.

Hah ! ini ternyata komplek perumahan Villa Mutiara, sampai disana pas saat azan isya bersahutan. Aku tak perlu clingak clinguk dan Tanya sana sini untuk nyari masjid ini komplek yang satu ini. aku hafal setidaknya 4 masjid didalam komplek ini. he he he lucu juga ngelayapku kali ini. ude muter jauh jauh ternyata baliknya ke sini sini juga. Gak jauh jauh dari tempat aku memulainya sore tadi.

Oh iya, ,mungkin anda berminat untuk ngasih nama masjid di kampung Jati tadi ?. silahkan deh, mungkin bisa ngobrol sama Pak Mirin. Beliau bilang rumahnya tak jauh dari masjid, di tikungan pertama ke arah Setu, sebelah kulon, ada balong. Rumahnya pas disamping pohon belimbing. 

Oke deh cukup dulu ngobrolnya kali ini.

wassalamualaikum

---------

Update 23 Jan 2015 : Masjid ini ditandai seseorang di google map sebagai Masjid Miftahul Huda. Google juga sudah mengupdate street view nya sebagaimana ditampilkan di atas.

----------ZZZ----------

Masjid Masjid di Cikarang Selatan lainnya