Selasa, 28 Desember 2010

Masjid Terbesar di Eropa Barat Diresmikan di Rotterdam

Masjid As-Salam Rotterdam, Belanda

Jum’at 17-Desember 2010, Masjid As-Salam di Roterdam, Negeri Belanda ahirnya diresmikan penggunaannya setelah pembangunannya sempat terbengkalai sekian lama akibat berbagai permasalahan termasuk konflik internal dan masalah birokrasi. Masjid As-Salam kini menjadi masjid terbesar di negeri Belanda sekaligus menjadi masjid terbesar di kawasan Eropa Barat.

Masjid tersebut diresmikan oleh Walikta Rotterdam Ahmed Aboutaleb dan Alderman Hamit Karakus, perencana kota dan perumahan kotamadya Rotterrdam. hadir dalam upacara itu kaum muslimin Rotterdam, Duta besar Uni Emirat Arab, dan Maroko.

Masjid baru ini mampu menampung 1500 jemaah, dengan proses pembangunan yang cukup lama, selama delapan tahun dan menghabiskan dana sebesar 4 juta Euro.

Masjid As-Salam Rotterdam ini dibangun dengan bentuk masjid masjid Arabia. Lengkap kubah besar dan dua menara setinggi 50 meter. Penyelesaian pembangunan masjid ini tak terlepas dari bantuan Yayasan Amal Al-Maktoum, sebuah yayasan amal milik Sheik Dubai, Sheikh Hamad bin Rashid Al-Maktoum, yang juga menempatkan satu orang dari yayasannya masuk dalam jajaran kepengurusan masjid tersebut.

Source :

Minggu, 26 Desember 2010

Mushalla dan Masjid yang Rusak di Merapi Tak Jelas Nasibnya

Masjid Al Amin. Mesjid tersebut hanya berjarak 100 meter dari halaman
rumah Mbah Maridjan di desa
Kinahrejo, Cangkringan, Umbul Harjo,
 Sleman, 
Yogyakarta (Foto dari okezone.com)

Sedikitnya 17 tempat ibadah umat Islam yang terdiri atas 15 Masjid dan 2 Mushola di Lereng Merapi dan hancur lebur akibat terjangan awan panas serta material Merapi hingga saat ini tak jelas nasibnya.

Kementrian Agama (Kemenag) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belum tahu akan diapakan 17 tempat ibadah yang rusak berat tersebut meskipun saat ini Merapi statusnya telah turun di level Siaga.

Kasie Siaran dan Tamaddun Bidang Penerangan Masyarakat Kanwil Kemenag DIY, Surajiman mengatakan, jumlah masjid dan mushola yang rusak akibat letusan Merapi mencapai 33 unit. Dari jumlah tersebut 17 diantaranya hancur lebur dan sisanya mengalami kerusakan berat daan ringan.
"Hingga saat ini kita belum tahu akan dibangun kembali atau bagaimana, karena masjid dan mushola yang hancur lebur tersebut saat ini penduduknya juga tidak ada, rata semua," katanya, Ahad (26/12).

Masjid dan mushola yang hancur tersebut terletak di Desa Umbulharjo, Wukirsari, Argomulyo di Kecamatan Cangkringan Sleman. Pihaknya kata Surajiman, juga belum tahu apakah pembangunan masjid nantinya akan direlokasi atau seperti itu.
Meski data sudah ada namun hingga saat ini pihaknya belum bisa memperkirakan berapa kerugian akibat rusaknya tempat ibadah di Lereng Merapi itu. Rehabilitasi bagi masjid dan mushola yang rusak berat daan ringan menurutnya juga belum diputuskan kapan akan dilakukan. Karena hal tersebut masih akan dibicarakan dengan kementrian agama dan masyarakat sekitar masjid itu sendiri.

Sumber : Republika

Masjid Al-Jihad Cikarang Baru

Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini di bangun di atas lahan yang cukup luas. Foto ini diabadikan dari depan gedung serbaguna warga yang berada di lahan yang sama.

Masjid Al-Jihad Cikarang Baru ini merupakan salah satu bangunan masjid yang dibangun atas bantuan dari Yayasan Bulan Sabit Internasional dari sumber sumber keuangan Timur  Tengah. Berlokasi di dalam komplek perumahan Cikarang Baru yang terintegrasi dengan kawasan Industri menjadikan masjid ini sebagai salah satu pilhan tempat melaksanakan sholat terutama sholat wajib jum’at bagi karyawan yang bekerja di perusahaan perusahaan di kawasan Industri Jababeka II.

Lokasi Masjid Al-Jihad Cikarang Baru

Jalan Beruang X / Jalan Tarum Barat I No. 9
Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka, Kecamatan Cikarang Pusat
Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Indonesia.




Masuk ke kawasan Industri Jababeka II, melewati Plaza JB, Pasimal, Menuju Ruko puspa, berbalik arah disana, lalu berbelok ke kiri menyusuri jalan yang membujur sepanjang kali Cilemahabang. Lurus melewati SPBU Pertamina disebelah kiri, jembatan ke kawasan industri di sebelah kanan sampai ujung jalan yang di tutup dengan portal.  

Dari situ belok ke kiri, anda sudah berada di depan lahan fasos / fasum tempat masjid ini berada. Anda juga dapat mengakses masid ini dari jalan kali malang. Lihat peta interaktif di atas. Masjid Al-Jihad ini dibangun pada bulan Maret 2005 atas bantuan dana dari Bulan Sabit Merah Uni Emirat Arab, sebagaimana dijelaskan dalam batu prasasti pendirian yang dipasang di tembok selasar sisi selatan.

Sisi depan masjid Al-Jihad

Dangun di atas lahan Fasos/Fasum yang cukup luas. Meskipun lahan tersebut tepat ditepian kali Cilemah Abang, karena posisi lahannya yang sejak awal sudah ditinggikan oleh pengembang bahkan permukaan lahan ini lebih tinggi dari lahan perumahan, membuat masjid ini cukup aman dari terpaan banjir.

Di awal pembangunan masjid ini tak dilengkapi dengan bangunan tambahan berupa tenda yang kini dibuat permanen menutup sebagian kecil lahan di sekelilingnya. Tenda tersebut juga memayungi areal tempat wudhu tambahan di sebelah selatan masjid.

Teras sisi timur, sama seperti sisi sebelah selatan disisi ini juga sudah ditambah dengan tenda permanen untuk menampung jemaah.

Masjid dengan design sederhana berdasarkan arsitektur asli Indonesia dengan atap limas bertumpang dua, di puncak atap dipasang Kubah kecil dari alumunium pengganti Mastaka seperti yang biasa dipakai masjid masjid tua. Ruang sholat masjid ini dapat dimaksimalkan dengan meniadakan empat sokoguru di tengah masjid. Struktur atap langsung di topang oleh tiang tiang yang menyatu dengan tembok masjid.

Ke tiga sisi masjid (kecuali sisi depan) di pasang jendela jendela kaca dengan design terbuka. Pekarangan masjid yang dipakai untuk lahan parkir sudah di tutup dengan paving blok. Tempat wudhlu untuk jemaah pria dan wanita berikut gerbang masuk pun sudah di pisahkan. Dan yang paling penting, Alhamdulillah. Masjid ini senantiasa makmur oleh jemaah di lima waktu sholat fardhu. Berikut beragam kegiatan rutin yang dikelola pengurus masjid dan jemaah.

Foto Foto Masjid Al-Jihad Cikarang Baru

Plakat pembangunan masjid
Pintu khusus untuk akhwat (wanita)
Mihrab dan mimbar
Teras sisi selatan masjid. Ditembok bagian depan terpasang plakat pembangunan masjid ini seperti pada foto sebelumnya.

--------------------------------ooOOOoo --------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Jababeka dan Cikarang Baru Lain-nya


Sabtu, 25 Desember 2010

Masjid Jami’ Al-Mujahidin - Kebon Kopi, Cikarang Utara

Masjid Jami' Al-Mujahidin (lihat foto di Panoramio)

Masjid indah bernuansa tropis ini selesai dibangun di bulan Ramadhan 1431H / Oktober 2010 yang lalu. Ukuran masjid yang cukup besar dan berlantai dua ini tak mampu mampu menampung jemaah sholat Idul fitri 1 Syawal 1431H yang lalu. Jemaah yang hadir memadati pelataran parkir di sisi selatan masjid hingga meluber ke jalan raya disisi selatan masjid.

Bangunan masjid ini memang masih baru, namun bukan berarti masjid ini baru berdiri disana. Masjid baru ini dibangun menggantikan masjid lama, di lokasi yang sama. Tak jauh dari masjid ini berdiri sekolah Islam di bawah Yayasan pendidikan Al-Mujahidin. Sehari hari masjid ini selain di gunakan oleh masyarakat sekitar, juga di ramaikan oleh siswa siswi sekolah Islam tersebut. Tak mengherankan bila sedang mampir sholat ke masjid ini, suasana begitu marak oleh siswa siswi berseragam sekolah. 

Masjid Jami' Al-Muhajirin dari arah jalan K.H. Fudholi

Alamat Masjid Jami’ Al-Mujahidin

Jalan K.H. Fudholi, Kebon Kopi.
Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi,
Provinsi Jawa Barat.



Lokasi Masjid Jami’ Al-Mujahidin

Masjid ini lebih mudah di capai dari ruas jalan pilar (Jalan Ki Hajar Dewantara). Dari perempatan pilar ke arah Sukatani, lalu berbelok ke kiri di pertigaan di depan SMAN 1 Cikarang Utara.  Hanya beberapa meter dari pertigaan tersebut akan dijumpai sekolah Yayasan Islam Almujahidin di sisi kanan jalan, dan beberapa meter dari situ disisi kiri jalan berdiri megah Masjid Jami’ Al-Mujahidin ini.

Atau dari arah sebaliknya, bila dari arah Pasar Lama Cikarang dapat dicapai dengan menyusuri Jalan K.H. Fudholi hingga menjelang pertigaan jalan Ki Hajar Dewantara. Masjid Al-Mujahidin berada di sebelah kanan jalan.

Fasad Masjid Al-Muhajirin yang peka lingkungan (lihat foto di panoramio)
Masjid megah ini terdiri dari dua lantai ditambah satu lantai mezanin. Lantai dua diperuntukkan untuk jemaah wanita. Lantai dasar untuk jemaah pria. Tangga utama penghubung ke lantai mezanin dibangun disebelah luar masjid di sisi timur, ditambah dua tangga melingkar di sudut tenggara dan timur laut menghubungkan selasar ke lantai mezanin. Dari lantai mezanin ke lantai dua hanya ada satu tangga utama yang menghubungkan ke lantai dua.

Rancangan masjid ini benar benar hemat listrik untuk penerangan. Jendela yang begitu banyak di tiga sisi masjid memberikan ruang yang leluasa bagi sinar matahari dan sirkulasi udara. Selasar (Teras) yang dibangun mengelilingi masjid melindungi ruang sholat dari tempias air hujan. Lantai mezanin masjid ini sepertinya lebih berfungsi sebagai selasar bagi lantai dua masjid, selain juga sebagai ruang sholat tambahan.

Kubah Besar dan menara kecil (lihat di panoramio)
Secara keseluruhan masjid ini menggabungkan rancangan masjid timur tengah dengan rancangan bangunan tropis. Masjid timur tengah yang tak mengenal teras memang tak cocok dengan iklim Indonesia yang memiliki curah hujan jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan timur tengah. Atap masjid secara keseluruhan merupakan cor beton di topang empat sokoguru segi empat berukuran besar di dalam masjid menopang struktur lantai dua, atap dan kubah Masjid.

Dua menara masjid ini menyatu dengan bangunan masjid, bukan menara yang terpisah. Tiang beton selindris yang menjadi tautan dua tangga melingkar sekaligus menjadi penopang dua menara masjid ini. Masjid Jami’ Al-Mujahidin dibangun lebih dekat ke jalan raya, memberikan lahan yang begitu luas di sisi selatan masjid untuk lahan parkir dan sewaktu waktu dapat digunakan untuk menampung jemaah di dua sholat hari raya, ataupun acara acara tertentu yang membutuhkan ruang terbuka yang cukup luas.

Selasar Masjid di sisi utara
Posisi pelataran parkir yang berada disebelah dalam seperti di Masjid Jami’ Al-Mujahidin ini memang memberikan keamanan lebih bagi pengguna kendaraan bermotor yang parkir disana. Dan juga memberi kenyamanan dan keamanan tersendiri bagi jemaah yang terpaksa sholat di luat masjid karena tak kebagian tempat di bagian dalam dari gangguan pengguna jalan raya (semisal : debu, kebisingan dan asap kendaraan) apabila lapangan parkir tersebut ditempatkan di sisi jalan raya.

Melengkapi keindahan masjid. Gerbang masjid ini juga dibuat senada dengan bangunan masjid lengkap dengan kubah kecil menghias di bagian atas Nama Masjid yang terpasang disana. Tak lupa pagar yang mengelilingi masjid ini pun dibuat demikian indah senada dengan bangunan masjid. Warga Kebon Kopi – Cikarang Utara boleh bangga dengan masjid indah ini, dan sepertinya sangat layak untuk dijadikan foto penghias kalender bernuansa Islami.

Interior Masjid
Siswa siswa Sekolah Islam Al-Mujahidin turut menyemarakkan masjid
Interior Masjid, terlihat bukaan bukaan jendela yang begitu kaya memberi ruang leluasa bagi masuknya cahaya dan sirkulasi udara di dalam masjid.
Ruang sholat di lantai dasar dilihat dari lantai dua
Gerbang Masjid 
Updated : 7 April 2016

--------------------------------ooOOOoo --------------------------------


Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Utara Lain nya

Masjid Jami' Nurul Huda - Kaum Utara, Cikarang Utara

Masjid Jami' Nurul Huda-Kaum Utara yang masih dalam
proses pembangunan.

Masjid ini sedang dalam proses pembangunan, menggantikan bangunan lama. Meski belum selesai, masjid ini sudah dipakai oleh warga untuk kegiatan peribadatan. Struktur masjid sepertinya sudah selesai dikerjakan. Masih banyak dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan Masjid ini. Menara masjid dari bangunan lama masih dipertahankan berdiri kokoh di bagian kanan depan masjid. Nama masjid ini tertulis di tembok bangunan menara. bagi anda yang berniat untuk membantu pembangunan masjid ini silahkan hubungi langsung alamat di bawah ini.

Alamat Masjid Nurul Huda-Kaum Utara

Jalan KH. Fudholi No 3, Kaum Utara, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang utara, kabupaten Bekasi 17530, Provinsi Jawa Barat.

Telepon : (021) 93351754
No HP : 081213401850

Lokasi Masjid Nurul Huda-Kaum Utara


Sekilas bentuk tampak muka masjid ini (meski belum rampung) mirip dengan bentuk Masjid Agung Albarkah Kota Bekasi. Dengan gerbang besar dan dua menara menyatu dengan bangunan masjid.

Menara Masjid Nurul Huda-Kaum Utara dilihat dari areal parkir
SGC Mall Cikarang.(lihat di Panoramio)

Dari tempat parkir lantai 3 atau 4 SGC mall Cikarang bila kita memandang ke arah barat laut akan terlihat sayup sayup tiga menara dan kubah masjid ini di kejauhan.

Menara Lama Masjid Nurul Huda
Lokasi masjid ini tak sulit untuk dijangkau. Jalan KH. Fudholi tempat masjid ini beralamat, berada di sebelah Pasar Lama Cikarang. Masuk ke jalan KH. Fudholi, hanya beberapa puluh meter akan melintasi rel kereta api, dari sana sudah terlihat tiga menara masjid ini di sebelah kiri jalan.

Menyiasati penggalangan dana, Ikatan Remaja Masjid Nurul Huda (IRMANDA) Kaum Utara, bekerjasama dengan Radio Gema Annisa dan TB Badar, mengundang kyai Kondang Zainudin MZ untuk sebuah acara Tabligh Akbar, Minggu 26 Desember 2010. semoga acara tersebut berjalan lancar dan masjid ini pun cepat selesai semua proses pembangunan nya tak hanya megah masjid nya namun juga makmur masjid nya.

Bangunan Masjid yang masih dalam proses pembangunan, dinding bagian depan
masih ditutup dengan terpal biru, lantai masjid baru di tutup dengan semen kasar.
Dua menara baru melengkapi bangunan Masjid, langit langit lantai dua sedang
dalam proses pengerjaan. 
(lihat di Panoramio)
Kubah Masjid, dari sudut ini kubah terhalang oleh fasad depan
yang belum sempurna.
Selebaran undangan terbuka dari IRMANDA
untuk acara Tabligh Akbar yang mereka selenggarakan.
(klik gambar untuk memperbesar)

--------------------------------ooOOOoo --------------------------------

Baca juga Artikel Masjid Masjid Cikarang Utara Lain nya

Jumat, 10 Desember 2010

Masjid Perumahan Permata Cikarang Timur

Masjid Baru di perumahan Permata Cikarang Timur 
(Lihat di Panoramio)
Masjid ini masih gres alias masih baru sekali, minggu lalu saat mampir kesana karena tertarik dengan masjid yang baru ini ketika melintas disana, masih tersisa sedikit bau cat di bagian dalam. Siapa gerangan yang membangun masjid ini ?. Tak ada jemaah disana yang bisa di ajak ngobrol karena memang bukan waktu sholat.

Beruntung kesana disana ada seorang bapak yang sedang sibuk membenahi tanaman yang baru ditanam disekitar masjid, menurut beliau masjid memang belum ada namanya, makanya belum ada papan namanya, beliau juga menjelaskan bahwa masjid baru ini dibangun oleh pengembang kawasan perumahan tersebut untuk warga muslim yang tinggal disana dan warga sekitar tentunya.

Arsitektur Masjid ini Indonesia sekali dengan
atap Limas besusun tiga menyimbolkan harapan
jeamaah masjid yang bertumpuk tumpuk dan
sekaligus menyimbolkan tiga kepribadian muslim :
Iman, Islam dan Ikhsan. 
((Lihat di Panoramio)
Warga muslim perumahan ini benar benar warga yang beruntung, di beberapa perumahan yang lain jangankan untuk dibangunkan sebuah masjid, untuk mengurus ijin penggunaan lahan fasos/fasum saja butuh waktu begitu lama dengan birokrasi yang berbelit belit.

Pengalaman penulis sendiri ketika tinggal di salah satu perumahan di Cikarang ini beberapa tahun lalu, panitia pembangunan masjid bahkan butuh waktu sampai tiga tahun untuk sekedar mendapatkan ijin pendirian masjid, yang awalnya tentu saja adalah mendapatkan surat izin penggunaan lahan fasos/fasum dari pihak pihak terkit. Sementara di perumahan ini warga tinggal menikmati bangunan masjid yang cukup megah dan besar di lapangan fasos/fasum yang juga begitu luas,

Lokasi Masjid Perum Permata Cikarang Timur

Lokasi masjid ini berada di tengah tengah perumahan Permata Cikarang Timur, di dalam wilayah kecamatan CIkarang Timur. Perum Permata Cikarang Timur sendiri dapat di akses dari ruas jalan Citarik yang membentang dari Citarik hingga ke jembatan Delta Mas di Tegal Danas, Kali Malang Cikarang, dan sebaliknya. bila ingin menggunakan angkutan umum dapat menggunakan Angkot bernomor K52 dari terminal Cikarang.

Di Google Maps dan Google Earth perumahan ini masih belum eksis termasuk masjid nya sendiri. Untuk memudahkan anda mengenali lokasinya saya sudah tambahkan penanda di lokasi tersebut.


Semoga saja masjid besar nan megah ini benar benar makmur oleh jemaah dan syiar Islam, dan memberikan maslahat yang maksimal bagi warga setempat dan barokah bari pengembang. Amin.

Foto foto Masjid Perumahan Permata Cikarang Timur


Masjid Perum Permata Cikarang Timur (Lihat di Panoramio)
Masjid Perum Permata Cikarang Timur (Lihat di Panoramio)
Masjid Perum Permata Cikarang Timur (Lihat di Panoramio)
Dari jalan akses sebelah selatan (Lihat di Panoramio)
Perum Permata CIkarang Timur dari lengkungan masjid
(Lihat di Panoramio)
Dari jalanan akses sebelah selatan

Kamis, 09 Desember 2010

Masjid Jamie Al-Ma'mur Kalijaya, Cikarang

Masjid Almakmur Kalijaya - Cikarang (lihat di Panoramio)
Lokasi Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya ini tak jauh dari Terminal Baru Cikarang, dari terminal dapat dijangkau dengan berjalan kaki melewati sederetan kios kios asesoris motor di bawah rindang pepohonan mahoni yang berjejer di sepanjang jalan Hos Cokroaminoto Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Letaknya disebelah kiri memudahkan untuk dijangkau oleh pengendara kendaraan bermotor yang melintas di jalur ini yang memang satu arah menuju ke arah pasar lama Cikarang.

Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya juga berada di jalur utama yang menghubungkan kota Bekasi  ke Kota Karawang, membuat jalur ini cukup Cikarang ramai oleh pengguna jalan. Ketiadaan jembatan penyeberangan ataupun sekedar zebra cross di depan masjid ini cukup menyulitkan untuk menyeberang jalan. Tak mengherankan bila kemudian sekolah Islam di komplek Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya ini kemudian menyiapkan petugas satuan pengamanan untuk membantu pengendara ataupun penyeberang jalan yang akan masuk ke area masjid ini di jam jam operasional sekolah.

Masjid Jamie Al-Ma'Mur Kalijaya
Jl. HOS Cokroaminoto 9 Desa Kalijaya
Kecamatan Cikarang Barat
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
Indonesia


Arsiterktur Masjid

Arsitektur masjid ini cukup unik karena memadukan berbagai seni arsitektur. Kubah bawang berwarna emas di atap masjid dan di dua menaranya itu merupakan budaya islam emperium Mughal di India, ditambah dengan 4 hiasan 4 menara kecil disekeliling kubah utama memberikan kesan yang kuat pengaruh arsitektur Mughal di Masjid ini. sementara penggunaan kolom kolom besar di teras masjid merupakan ciri arsitektur Eropa. Atap masjid ini menggunakan atap joglo dengan satu kubah bawang di bagian puncak nya. Masuk kedalam masjid kita akan mememukan 6 tiang utama dari beton di dalam masjid yang menyangga lantai dua bangunan ini. lantai dua dipakai untuk jemaah laki laki hanya pada saat sholat jum’at.

Bangunan utama masjid ini berukuran lebar sekitar 12 meter dan panjang nya lebih kurang 14 atau 15 meter. Di kiri dan kanan masjid sudah dibangun bangunan tambahan dengan rancangan yang sama sekali berbeda dengan bangunan utama. Tempat wudhlu di masjid ini cukup luas untuk melayani jemaah masjid. Tempat wudhlu ini terhubung langsung dengan ruang sholat di bangunan tambahan sebelah utara masjid.

Untuk akses ke lantai dua disediakan tangga beton di sebelah selatan masjid. Sementara akses ke lantai dua dari dalam masjid harus melalui tangga kayu kecil yang dipasang merapat ke dinding bagian dalam sisi utara ruang utama. Tak keseluruhan masjid ini ditutup oleh lantai dua, disisakan sekitar 5 meter dibagian depan menjadi ruang terbuka, untuk memberikan ruang bagi jemaah di lantai dua terhadap imam dan Khatib.

Mimbar kayu berukir dengan tangga yang rendah ditempatkan di ruang mihrab. Mimbar ini digunakan untuk khatib menyampaikan khutbah dan tidak dilengkapi dengan podium, karena fungsi mimbar sebenarnya adalah untuk memberikan tempat yang lebih tinggi bagi khatib pada saat menyampaikan Khutbahnya, agar dapat dilihat dan didengar oleh makmum di shaf belakang.

Gerbang Masjid

Satu hal yang unik di masjid ini adalah gerbang utama masjid, yang dibuat sebagai bangunan beratap tersendiri. Gerbang seperti ini sudah sangat jarang di jumpai di masjid masjid Indonesia saat ini. Gerbang yang mirip seperti gerbang ini masih dipelihara dengan baik di Masjid Sigi Lamo - Masjid Kesultanan Ternate, di kota Ternate dan Masjid Jami’ Tidore yang juga merupakan masjid kesultanan Tidore, di kota Tidore, Propinsi Maluku Utara. Hanya saja gerbang masjid Kesultanan Ternate dan Tidore masih befungsi sebagai tempat menyimpan beduk, hingga dilengkapi dengan tangga bagi takmir yang akan membunyikan bedug. Tapi di Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya ini gerbang hanya berfungsi sebagai penanda akses utama menuju masjid.

Mihrab

Mihrab Masjid  Jamie Alma'mur Kalijaya dihias dengan ornamen kubah masjid dalam dominasi warna hijau kontras dengan latar belakangnya yang berwarna putih. Lengkap dengan kaligrafi dua kalimat Sahadat di atasnya. Ketika mampir ke masjid ini untuk sholat zuhur beberapa hari lalu, muazin masjid ini tidak berpanjang panjang dalam melafalkan azan. Dan iqomahnya dilantunkan oleh muazin tak jauh dari pintu masuk utama. Tujuan nya adalah untuk memastikan sudah tidak ada lagi jemaah yang masih melaksanakan sholat sunnah, dan juga untuk mengingatkan jemaah yang masih berada di luar masjid bahwa sholat berjamaah akan segera dilaksanakan.

Halaman depan masjid ini sudah di tutup dengan keramik dan penanda shaf, difungsikan sebagai tempat sholat tambahan saat sholat jum’at dan dua hari raya. Di hari biasa halaman tersebut malah dipakai untuk parkir kendaraan roda dua para jamaah masjid. Di samping masjid ini (di sisi selatan) berdiri sekolah Islam yang halamannya biasanya dipakai sebagai lahan parkir jemaah di hari jum’at dan pada acara acara peringatan hari besar Islam di masjid ini.

Foto Foto Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya - Cikarang


Interior Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya - Cikarang
Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya - Cikarang (lihat di Panoramio)
Kubah Masjid dengan warna emas diantara rimbunan daun mahoni (lihat di Panoramio)
Menara tertinggi Masjid Jamie Alma'mur Kalijaya (lihat di Panoramio)