Jumat, 13 Agustus 2010

Imam Masjidil Haram: Menyingkirkan Blokade di Gaza Fardhu Kifayah

Voa-Islam.com - Mekah Imam dan khatib Masjidil Haram, Syekh Saleh bin Muhammad Al Thalib menegaskan dalam khotbah Jumat kemarin, bahwa orang-orang Arab dan muslimin harus menyadari bahwa blokade yang dikenakan ke atas Gaza bukan blokade kepada rakyat Gaza saja, tetapi merupakan blokade atas martabat dan kehendak umat Islam, dan merupakan tantangan bagi setiap orang yang merdeka di seluruh dunia. 
Syekh Saleh mengatakan bahwa menyingkirkan blokade  dari rakyat Gaza hukumnya fardhu kifayah atas umat Islam, dan merupakan amanah di pundak setiap orang merdeka dan terhormat di dunia ini, dan hendaklah umat tidak berhemat dalam usahanya untuk itu dan mengerahkan seluruh kekuatan politiknya untuk mengangkat ketidakadilan dan menyingkirkan blokade dan mengakhiri penjajahan,beliau mencatat bahwa rela dengan kondisi seperti ini berarti mengumumkan percepatan hukuman dari Allah, dan tanda kelemahan iman.

Syekh mengatakan: Tidak ada yang bisa melupakan pemandangan blokade di Palestina dan penjajahan yang berkelanjutan dan penentangan yang terang-terangan terhadap setiap prinsip dan undang-undang, ketika para pembunuh menolak untuk berhenti melakukan pembunuhan, hari demi hari mereka menegaskan kepada dunia nyata seperti yang disebutkan Al-Quran bahwa mereka manusia yang paling memusuhi orang-orang yang beriman.

Dia menambahkan: Kita harus berhenti sejenak untuk mencatat apresiasi kita kepada orang yang merdeka di seluruh dunia dan masyarakat yang mulia dari setiap etnis yang terbebas dari belenggu media Zionis dan penyesatan dunia untuk mengumumkan penolakan mereka terhadap ketidakadilan dan kutukan mereka terhadap serangan itu dan tuntutan mereka untuk menyingkirkan blokade dari keluarga kita di Gaza, barangkali itu awal dari kebangkitan umat yang mengecam ketidakadilan yang berkepanjangan.

Syeikh Alu Thalib menggesa seluruh rakyat Palestina untuk mempersiapkan sarana kemenangan mereka dan berusaha memperoleh kepercayaan dunia dengan menyatukan kalimat dan barisan mereka setelah jujur kepada Allah Rabb mereka"