Rabu, 03 Maret 2010

Kepala Kepolisian Dubai Minta PM Israel Ditangkap

detikcom. Kepala kepolisian Dubai berencana meminta penangkapan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan kepala badan intelijen Israel (Mossad) atas pembunuhan komandan kelompok Hamas.

Dahi Khalfan Tamim, kepala kepolisian Dubai mengatakan, dirinya akan meminta jaksa Dubai untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan kepala Mossad. Demikian seperti diberitakan stasiun televisi Al Jazeera dan dilansir Reuters, Rabu (3/3/2010).

Namun Al Jazeera tidak memberikan keterangan lebih detail.

Sebelumnya Tamim telah mengatakan bahwa dirinya "hampir yakin" agen-agen Israel terlibat dalam pembunuhan komandan Hamas, Mahmoud al-Mabhouh di sebuah hotel di Dubai pada Januari lalu. Tamim juga mendesak Meir Dagan, pimpinan Mossad ditangkap jika badan intelijen Israel itu terbukti bertanggung jawab.

Dikatakan Tamim, Mossad telah "menghina" Dubai dan negara-negara Barat yang paspor palsunya digunakan para tersangka pembunuhan.

Sebuah harian Uni Emirat Arab memberitakan, Dubai telah meminta Biro Investigasi Federal AS (FBI) untuk menyelidiki kartu kredit prabayar keluaran AS yang digunakan para tersangka.
Mengutip sumber FBI, surat kabar The National menuliskan, penyelidikan akan mencari keterlibatan Israel dalam pembunuhan itu.

"Tiga belas dari 27 tersangka menggunakan MasterCards prabayar yang dikeluarkan oleh MetaBank, sebuah bank Amerika regional, untuk membeli tiket pesawat dan memesan kamar hotel," tulis harian itu mengutip polisi Dubai.

Anggota tim pembunuh menggunakan paspor palsu dari Inggris, Irlandia, Jerman, Prancis dan Australia. Penduduk Israel dengan nama yang sama seperti tersangka, memiliki kewarganegaraan ganda, mengaku identitas mereka tampaknya telah dicuri.