Minggu, 20 Desember 2009

Rekomendasi Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia

Desak Palestina Merdeka 2010

JAKARTA (RP) - Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia berakhir kemarin. Sejumlah rekomendasi dihasilkan dalam forum yang diikuti sekitar 100 ulama dan cendekiawan dari berbagai negara tersebut. Salah satu yang menonjol adalah desakan agar Palestina bisa merdeka, setidaknya pada 2010 nanti.

Untuk mencapai hal itu, konferensi mendesak diadakannya pertemuan segi empat. Yaitu, melibatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat, Palestina, dan Israel. ‘’Itu memang menjadi salah satu kesepakatan konferensi ini. Kemerdekaan Palestina harus tercapai pada 2010,’’ kata Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi seusai acara penutupan di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (20/12).

Konferensi, tambah Hasyim, juga mendesak agar dua kelompok yang selama ini bertikai di Palestina, Hamas dan Fatah, bersatu terlebih dulu. ‘’Selain Iran, NU diberi tugas mempercepat persatuan dua kelompok tersebut,’’ ungkap Sekjen International Conference Islamic Scholar (ICIS) tersebut.

Oleh peserta konferensi, PB NU dan World Council of Proximity of Islamic School of Thoughts, Iran, sebagai inisiator forum tersebut, juga sepakat dijadikan simbol upaya meredakan ketegangan di sejumlah negara bergolak. Terutama, konflik yang melibatkan kelompok Islam Sunni dan Syiah. NU dianggap organisasi Sunni terbesar di dunia.

Sedangkan, Iran merupakan simbol negara Syiah terbesar di dunia.‘’Diakui atau tidak, perbedaan di antara dua kelompok itu sering menjadi pangkal konflik, terutama di Timur Tengah,’’ jelas Hasyim. Keduanya diminta melakukan sosialisasi di kelompok masing-masing, terkait pentingnya persatuan umat Islam. Bahwa, perbedaan yang ada bukan alasan untuk saling melemahkan.

Selain itu, semua peserta konferensi sepakat mendorong kelompok Sunni dan Syiah di mana pun berada, untuk tidak melakukan kekerasan dan ekstremisme dengan dalih apa pun. ‘’Di sini telah dipertegas batasan terorisme dengan perjuangan. Terorisme dilarang, perjuangan harus didukung,’’ tambah pengasuh Ponpes Al Hikam, Malang, tersebut.

Lebih lanjut, kata Hasyim, yang dilakukan masyarakat Palestina terhadap Israel sekarang ini adalah perang kemerdekaan atau perjuangan. ‘’Dibedakan dengan aksi yang dilakukan, misalnya Amrozi cs. Kalau itu namanya terorisme,’’ paparnya lagi.

Dalam acara penutupan tersebut, pembacaan rangkuman rekomendasi diwakili lima ulama. Yakni, Mufti Syiria Abdul Fattah Bazzam, Sekjen World Council of Proximity of Islamic School of Thoughts Iran Ayatullah Muhammad Ali Tashkiri, Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi, Majelis Ulama Lebanon Syekh Ahmad Zein, dan Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI Nasaruddin Umar.

Ayatullah Muhammad Ali Tashkiri dalam kata penutupnya berharap beberapa rekomendasi yang dihasilkan pada Konferensi ini dapat bermanfaat untuk kemaslahatan Islam di seluruh dunia. Dia menggarisbawahi pentingnya persatuan di kalangan umat muslim.(dyn/tof/jpnn)

Source : riau post

Surat Terbuka Bocah Palestina: Doakan Kami Bisa Kembali


dakwatuna.com – Al-Quds (terjajah), Dalam kondisi kejahatan Zionis Israel atas bangsa Palestina di semua tanahnya. Di saat rencana yahudisasi kota Al-Quds dan pengusiran rakyat Palestina berikut penghancuran rumah-rumah warga terus meningkat, seorang bocah Palestina, Moha Kurd, yang tinggal di kota Al-Quds menulis surat kepada pembaca. Dalam suratnya, Moha meminta bantuan untuk keluarganya setelah pemukim Yahudi menggrebek rumahnya dengan dukungan militer Zionis Israel.
Surat itu ditulis saat bangsa Arab dan Umat diam membisu serta ketidakpedulian pemerintah di Ramallah. Isi surat selengkapnya:

”Selamat datang, saya Moha Kurd asal kota Al-Quds. Ini adalah foto depan rumah saya yang dirampas pemukim Yahudi dan mendudukinya. Sementara kami dibiarkan telanjang di jalan. Saya kesal karena mereka merampas rumah saya. Tapi saya tidak putus asa. Saya akan tetap bermain dan tertawa. Do’akan agar rumah kami bisa kembali lagi kepada kami secepatnya. Terima kasih pembaca. Saya cinta kamu. Moha Kurd.” (Assiramani/ip)

Rabu, 16 Desember 2009

Keluarga Muslim Palestina Dipaksa Masuk Yahudi di Yerusalem!

Selama ini kita hanya mendengar tindakan Kristenisasi yaitu kegiatan yang mengajak umat Islam baik secara halus maupun kasar untuk masuk ke agama Kristen, namun ternyata kegiatan serupa juga dilakukan oleh umat Yahudi di Yerusalem.

Sebuah sumber media mengungkapkan bahwa ekstrimis Yahudi telah memaksa keluarga Palestina di Yerusalem untuk masuk agama Yahudi.

Situs berbahasa ibrani Etrog yang spesialis urusan agama Yahudi mengungkapkan dalam laporannya bahwa organisasi militan ekstrimis Yahudi L'Achim telah memaksa sebuah keluarga Muslim di Yerusalem dengan tindakan Yahudisasi, dengan mengklaim bahwa ibu dari keluarga tersebut adalah aslinya seorang Yahudi dan telah menikah selama 17 tahun dengan seorang warga Palestina Muslim.

Etrog juga menambahkan bahwa persoalan itu berawal sekitar setengah tahun yang lalu, ketika anggota kelompok ekstrimis Yahudi tersebut melakukan penculikan terhadap sebuah keluarga Palestina yang kehilangan ayah mereka karena di tahan oleh militer Israel atas tuduhan melakukan tindakan kriminal.

Situs Etrog mengklaim bahwa organisasi Yahudi ekstrim itu telah memanfaatkan penderitaan kehidupan serta kesulitan yang dialami oleh anggota keluarga, yang terdiri dari ibu dan delapan anak tersebut untuk "memaksa" mereka masuk ke agama Yahudi.

Dijelaskan juga oleh Etrog bahwa semua anggota keluarga Muslim tersebut telah di boyong ke wilayah yang aman di Israel dalam rangka untuk mengendalikan mereka dan dipaksa untuk bekerja di sana.

Para aktivis Yahudi ekstrim menurut situs Etrog - telah mengorganisir sebuah proses cuci otak terhadap anggota keluarga tersebut dengan cara memberikan pendidikan bahasa Ibrani dan kedelapan anak dari keluarga itu di sekolahkan di sebuah sekolah seminari Yahudi untuk mengajarkan mereka prinsip-prinsip dasar agama Yahudi. Situs Etrog mencatat bahwa proses yahudisasi itu dimulai pada putra pertama dari keluarga itu yang bernama Yusuf di salah satu restoran terkenal Israel.

Situs Etrog juga mengutip pernyataan Rabbi Alex Ortovsky yang melakukan ritual Yahudisasi terhadap Yusuf yang masih muda dan mengatakan: "Upacara ini sangat menarik dan memperlihatkan adanya keinginan yang kuat Yusuf dan keluarganya untuk memeluk agama Yahudi dan kami mengucapkan syukur keluarga tersebut telah "diselamatkan" oleh organisasi L'Achim dalam kehidupan baru yang lebih bahagai" klaim dari Rabbi Alex.

Rabbi Alex menyatakan bahwa sebenarnya orangtua dari ibu kedelapan anak Muslim itu asalnya adalah Yahudi yang selamat dalam peristiwa holocaust pada tahun 1940-an, namun putrinya menikah dengan seorang Palestina dan kemudian pindah ke kota Tua Yerusalem Timur.

Rabbi ALex menambahkan juga bahwa kedelapan anak-anak yang menghadiri prosesi ritual Yahudisasi tersebut merasa sangat bahagia, begitu klaim dari sang rabbi Yahudi.
Perlu dicatat bahwa baru-baru ini juga telah ada usaha-usaha yang kuat dari organisasi-organisasi Yahudi untuk melakukan Yahudisasi di Palestina khususnya di wilayah Yerusalem.(fq/imo)

Senin, 14 Desember 2009

Pengadilan Inggris Keluarkan Surat Penangkapan Bagi Livni

London (ANTARA News/Reuters) - Satu pengadilan Inggris mengeluarkan surat penangkapan bagi mantan menteri luar negeri Israel Tzipi Livni dengan dakwaan kejahatan perang tapi menariknya kembali saat mengetahui ia telah membatalkan perjalanan yang direncanakan ke Inggris, kata surat kabar Guardian.

Hakim pengadilan Westminster mengeluarkan surat penangkapan itu atas permintaan para pengacara yang bertindak buat orang Palestina yang menjadi korban pertempuran di Jalur Gaza awal tahun ini, kata surat kabar tersebut dalam satu artikel yang diterbitkan melalui Internet, Senin.

Surat penangkapan itu belakangan dicabut, setelah pengadilan menyadari bahwa Livni --yang mulanya dijadwalkan berpidato dalam satu pertemuan di London, akhir pekan lalu-- tak berada di Inggris.

Kelompok hak asasi manusia dan penyelidik PBB menuduh Israel melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza selama serangan 22 hari terhadap pejuang HAMAS. Dalam serangan tersebut, lebih dari 1.400 orang Palestina meninggal, jumlah yang dibantah oleh Israel.Livni, yang memimpin Partai Kadima, yang beroposisi, memainkan peran penting dalam peluncuran serangan itu.

Kantor Urusan Luar Negeri mengatakan kantor tersebut sedang "meneliti kasus itu secara seksama"."Inggris bertekad untuk melakukan semua yang dapat dikerjakannya untuk meningkatkan perdamaian di Timur Tengah dan menjadi mitra strategis buat Israel," kata wanita jurubicara kantor tersebut.

"Untuk melakukan ini, para pemimpin Israel perlu dapat datang ke Inggris untuk berbicara dengan pemerintah Inggris."Kementerian Kehakiman Inggris menyatakan takkan mengomentari kasus perorangan dan Kementerian Dalam Negeri juga tak bersedia memberi komentar.

Pada September, beberapa kelompok pro-Palestina gagal membujuk satu pengadilan London agar mengeluarkan surat penangkapan bagi Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak --yang juga mereka tuduh melakukan kejahatan perang.

Pengadilan tersebut menyatakan Barak, yang menghadiri konferensi tahunan partai Buruh, yang memerintah, dan bertemu dengan Perdana Menteri Gordon Brown, memiliki kekebalan diplomatik.(*)