Senin, 02 November 2009

Palestina dan diplomasi berat sebelah Hillary Clinton

Menlu As Hilary Clinton yang berkunjung ke timur tengah guna memecah kebuntuan konflik Palestina – Israel ternyata sama sekali tak membuahkan kemajuan berarti selain menambah keterpojokan posisi diplomasi Palestina sebagai akibat diplomasi berat sebelah yang dilakukannya.

Hilarry clinton sudah seperti “PR” nya Israel dengan memaksa otoritas Palestina kembali ke meja perundingan tapi mengabaikan aspirasi yang disampaikan otoritas Palestina, Dia dengan tegas menolak prasyarat yang di ajukan oleh Palestina tapi memuji janji Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina, padahal kenyataan di lapangan pembangunan pemukiman masih terus berlanjut, dan Hilarry serta Amerika sama sekali tak berupaya untuk menghentikan pencaplokan tanah Palestina yang begitu terstruktur dengan kasar itu.

Bagi Palestina kunjungan Hillary tak lebih sekedar pemaksaan terhadap Palestina untuk maju ke meja perundingan tanpa peduli apa yang akan di dapat oleh Rakyat Palestina nantinya, sebagai pemilik sah tanah Palestina seluruhnya termasuk wilayah yang kini di caplok oleh Bangsa Yahudi dan dijadikan rumah bagi sebuah negara yang kemudian diberi nama Israel itu.

Hilarry memang ditugaskan untuk membawa kembali Palestina dan Israel ke meja perundingan. Jadi wajar bila kemudian dia memaksa Otoritas Palestina ke meja perundingan tanpa peduli apapun yang di sampaikan oleh Palestina, dilain pihak berakrab akrab ria dengan Israel karena memang faktanya hingga kini Amerika Sendiri dengan tegas menyebut para pejuang kemerdekaan Palestina tak lebih dari sekedar gerakan teroris.

Terlalu naif untuk berharap amerika akan berserius mengembalikan apa yang memang menjadi hak rakyat Palestina atas tanah mereka sendiri. Ummat Islam lah yang harus bahu membahu, bersatu padu merapatkan barisan untuk mengembalikan tanah Palestina ke Pangkuan Islam.