Senin, 16 November 2009

Palestina meminta dukungan PBB bagi Negara Palestina merdeka

Pejabat Palestina menyatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan diri untuk meminta PBB segera memberikan pengesahan bagi berdirinya Negara Palestina merdeka tanpa persetujuan Israel

Ketua juru runding Palestina Saeb Erekat mengatakan kepada radio angkatan darat Israel bahwa keputus asaan palestina telah memutuskan untuk meminta dewan keamanan PBB setelah 18 tahun berunding dan berunding lagi dengan Israel.

“Tujuan dari upaya itu adalah agar tetap menghidupkan di dalam setiap benak warga Palestina” Ujarnya

Upaya untuk memulai kembali pembicaraan damai Palestina dan Israel menemui jalan buntuk karena perdana menteri Israel benyamin Netanyahu menolak untuk menghentikan pembangunan dan perluasan pemukiman di wilayah Palestina

Bagaimanapun, meskipun PBB pada ahirnya mengesahkan kemerdekaan Palestina, namun sepertinya akan mustahil di wujudkan sementara Israel tetap saja menguasai wilayah tepi barat dan Jerusalem timur dan Israel telah meminta Amerika Serikat untuk memveto keputusan itu.

Palestina sudah mendeklarasikan kemerdekaan nya secara unilateral pada 15 November 1988 dan sudah di akui oleh lusinan Negara namun tak pernah terwujud dilapangan

Sementara itu perdana menteri palestina telah meluncurkan dua tahun rencana meletakkan dasar bagi kemerdekaan

Erekat menolak mengatakan, kapan Palestina akan mengajukan permintaan itu ke PBB, namun penasihat presiden Nimr Hammad mengatakan bahwa mereka "tidak punya niat untuk bergegas" ke dewan keamanan.

“kami sedang mempersiapkan hal itu dengan baik dan tetap melakukan pembicaraan politik dan diplomatik”.
“kami menginginkan dewan keamanan untuk mendiskusikan hal ini hanya setelah kami diberikan jaminan”
“tidak ada artinya bergegas mengajukan itu ke PBB sementara nantinya akan di veto oleh Amerika Serikat”
Sebagai satu dari 5 anggota tetap dewan keamaan PBB Amerika Serikat memiliki hak veto atas setiap resolusi PBB.

Pak Muhammad mengatakan bahwa Presiden Mahmud Abbas akan berkunjung ke cairo hari rabu untuk melakukan pembicaraan dengan presiden Mesir Husni Mubarak.

Erekat mengatakan bahwa Rusia, anggota tetap DK PBB yang lain dan beberapa Negara Eropa sudah sepakat akan hal itu

Namun wakil PM Israel Silvan Shalom yang juga anggota partai likud pimpinan Netanyahu memperingatkan palestina tersebut hanya tindakan sepihak.

“saya fakir Palestina seharusnya faham bahwa tindakan unitelaral tidak akan memberikan hasil seperti yang mereka harapkan” demian ucapnya.

Source : morningstaronline

Selasa, 03 November 2009

KAMMI Desak Pemerintah Bantu Kemerdekaan Palestina

Sel, Nov 3, 2009

Jakarta ( Berita ) : Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Jakarta mendesak pemerintah Indonesia untuk berkomitmen membantu kemerdekaan Palestina.
Ketika memimpin aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI Daerah Jakarta di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Senin [02/11], Koordinator Lapangan Aksi KAMMI, Isal, mengatakan, Pemerintah Indonesia harus segera ikut menuntaskan kasus Palestina sebagai bentuk solidaritas sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama muslim.

Ia mengatakan, KAMMI menuntut komitmen Pemerintah Indonesia untuk membantu kemerdekaan Palestina karena UUD 1945 telah mengamanahkan keikutsertaan Indonesia untuk menciptakan perdamaian dunia.

Selain itu, KAMMI juga menuntut pemerintah Amerika Serikat untuk menghentikan pembelaan terhadap Zionis Israel.

“AS harus berhenti membela Israel dengan memveto kebijakan PBB yang meminta Israel untuk mempertanggungjawabkan kejahatannya di Palestina,” katanya.

KAMMI meminta PBB mendesak agar kejahatan Israel dibawa ke Mahkamah Internasional. Selain itu, KAMMI juga menyerukan solidaritas kemanusiaan kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali.

Dalam aksi di depan Kedubes AS yang diikuti lebih banyak oleh wanita berjilbab itu, para pengunjuk rasa melakukan aksi teatrikal berupa pelemparan kertas kepada salah seorang pengunjuk rasa yang menggunakan bendera Israel sebagai simbol hujatan untuk Israel. Aksi mereka kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga dan pembacaan puisi yang diibaratkan sebagai bentuk solidaritas Indonesia kepada Palestina.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga melakukan pembakaran bendera Israel yang terbuat dari kain, sebagai kecaman dan protes terhadap kejahatan Israel.

Aksi unjuk rasa KAMMI tersebut berlangsung tertib dan tidak memacetkan Jl Medan Merdeka Selatan yang berada di depan Kedubes AS. ( ant )

Beritasore.com

Pasukan IOA Paksa Penduduk Palestina Hancurkan Rumahnya Sendiri

Selasa, 03/11/2009 13:45 WIB

KNRP - Otoritas pendudukan Israel (IOA) pada hari Senin (2/11) telah memaksa warga Palestina di Yerusalem untuk menghancurkan rumahnya sendiri. Lokasi perumahan mereka terletak di Jabal Al-Mukabir di wilayah Yerusalem yang diduduki oleh pasukan IOA.

Suleiman Mashahra, salah seoarang yang menjadi korban atas tragedi memalukan ini mengatakan bahwa ia dipaksa untuk merobohkan rumahnya sendiri. Hal ini sebagaimana yang diperintahkan oleh komandan IOA dan Mashahra harus melaksanakan perintah tersebut.

Tentara IOA mengancam jika ia tidak mau membongkar rumahnya sendiri, maka tentara IOA yang akan menghancurkan rumahnya. Dan untuk itu, Mashahra harus bersedia memikul biaya penuh yang sangat tinggi sebagai imbalan atas biaya pembongkaran yang dilakukan tentara IOA.

Menghadapi masalah ini, Mashahra mengimbau kepada semua pihak yang bersangkutan, baik pejabat dan kelompok-kelompok hak asasi manusia, untuk membantunya dalam cobaan melawan kekejaman Israel. Mashahra mengaku saaat ini hanya dialah satu-satunya pencari nafkah bagi keluarga besarnya dan tidak memiliki rumah lain sebagai tempat untuk berlindung bagi keluarganya.

Rumah dengan luas 48 meter persegi ini telah dibangun pada tahun 2000 dan dihuni oleh enam orang anggota keluarga. Namun pemerintah kotamadya IOA menolak untuk memberikan izin konstruksi bagi bagunan milik Mashahra tersebut.

Sayangnya kasus memprihatinkan semacam ini sulit sekali ditemukan jalan keluarnya. Begitu banyak media yang telah mengekspos kabar mengenaskan yang menimpa penduduk Yerusalem namun nyatanya para penduduk tersebut tetap harus pasrah menerima penggusuran yang dilakukan penjajah Zionis. Kehidupan mereka pun terpaksa harus berakhir di tenda-tenda pengungsian. (mirzah/pic)

KNRP

Para “Pemukim” Yahudi Rusak Dan Rebut Rumah Warga Palestina di Kota Al Quds

Sahabatalaqsha.com -Tepi Barat yang Dijajah- Sekelompok “pemukim” Yahudi Zionis pagi hari ini, Selasa 3 November, menyerbu dan menempati bagian tertentu dari sebuah rumah yang sudah disegel penjajah Zionis, milik seorang perempuan warga Palestina, Rafiqah Al Kird, di kawasan Syaikh Jarrah, di jantung kota Al Quds (Yerusalem) yang dijajah.

Para saksi mata mengatakan bahwa sekelompok “pemukim” Yahudi garis keras menyerbu rumah tersebut meski telah ada peringatan sebelumnya dari pengadilan penjajah Zionis sendiri yang melarang mereka memasuki bagian rumah yang sudah disegel itu.

Sebelumnya, aparat militer penjajah Zionis “kota praja” Al Quds yang dijajah telah mengeluarkan keputusan penyegelan bagian tertentu dari rumah tersebut dengan alasan bahwa rumah itu dibangun tanpa izin.

Sementara itu, di kawasan Syaikh Jarrah nampak suasana dengan ketegangan tinggi, di mana para “pemukim” Yahudi menolak meninggalkan rumah tersebut, sementara para aparat kepolisian penjajah Zionis melarang para penghuni rumah yang ingin mengusir para “pemukim” Yahudi itu, untuk mendekati rumah tersebut. ALAQSAVoice/RAL.

http://sahabatalaqsha.com/nws/?p=1445

Senin, 02 November 2009

Palestina dan diplomasi berat sebelah Hillary Clinton

Menlu As Hilary Clinton yang berkunjung ke timur tengah guna memecah kebuntuan konflik Palestina – Israel ternyata sama sekali tak membuahkan kemajuan berarti selain menambah keterpojokan posisi diplomasi Palestina sebagai akibat diplomasi berat sebelah yang dilakukannya.

Hilarry clinton sudah seperti “PR” nya Israel dengan memaksa otoritas Palestina kembali ke meja perundingan tapi mengabaikan aspirasi yang disampaikan otoritas Palestina, Dia dengan tegas menolak prasyarat yang di ajukan oleh Palestina tapi memuji janji Israel untuk menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina, padahal kenyataan di lapangan pembangunan pemukiman masih terus berlanjut, dan Hilarry serta Amerika sama sekali tak berupaya untuk menghentikan pencaplokan tanah Palestina yang begitu terstruktur dengan kasar itu.

Bagi Palestina kunjungan Hillary tak lebih sekedar pemaksaan terhadap Palestina untuk maju ke meja perundingan tanpa peduli apa yang akan di dapat oleh Rakyat Palestina nantinya, sebagai pemilik sah tanah Palestina seluruhnya termasuk wilayah yang kini di caplok oleh Bangsa Yahudi dan dijadikan rumah bagi sebuah negara yang kemudian diberi nama Israel itu.

Hilarry memang ditugaskan untuk membawa kembali Palestina dan Israel ke meja perundingan. Jadi wajar bila kemudian dia memaksa Otoritas Palestina ke meja perundingan tanpa peduli apapun yang di sampaikan oleh Palestina, dilain pihak berakrab akrab ria dengan Israel karena memang faktanya hingga kini Amerika Sendiri dengan tegas menyebut para pejuang kemerdekaan Palestina tak lebih dari sekedar gerakan teroris.

Terlalu naif untuk berharap amerika akan berserius mengembalikan apa yang memang menjadi hak rakyat Palestina atas tanah mereka sendiri. Ummat Islam lah yang harus bahu membahu, bersatu padu merapatkan barisan untuk mengembalikan tanah Palestina ke Pangkuan Islam.